Gresik || Radarjatim.co~Proyek pembangunan Drainase yang ada di Desa Kepuhklagen, diduga dikerjakan dengan asal-asalan. Serta diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada.
Belakangan diketahui proyek tersebut dibiayai oleh anggaran Dana Desa (DD) tahun 2023 sebesar Rp. 170. 000. 000 (Seratus Tuju Puluh Juta Rupiah). Dengan Volume panjang 125 Meter
Proyek pembangunan tersebut berada di Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.
Saat Tim Investigasi memantau di lokasi pembangunan terlihat jelas bahwasanya tidak ada lantai kerja, serta untuk penataan batu hanya ditata layaknya membuat candi tanpa ada urugan pasir sebagai dasarnya Rabu 12/07/2023
Saat Tim Investigasi mencoba untuk mencari informasi terkait proyek pembangunan Drainase ke kepala desa Kepuhklagen Edi Suparno sayangnya saat itu tidak ada di tempat. Lantas menemui sekertaris desa (Sekdes) kebetulan saat itu juga sedang ada tamu. Lalu kami mencoba bertemu dengan TPK yang diarahkan oleh Sekertaris desa untuk bertemu dengan polo (Kasun) dan ternyata bukan ketua TPK.
Tugas kami hanyalah sebagai kontrol sosial dan hanya sebatas konfirmasi terkait pembangunan yang ada di Desa
Masih di lokasi yang sama awak media ini mencoba menghubungi sekdes melalui telepon WhatsApp terkait pembangunan tersebut, dan beliau juga menyampaikan untuk bertemu langsung dengan kepala desa sendiri, sebagai bahan untuk pemberitaan yang seimbang awak media menghubungi telepon WhatsApp namun tidak diangkat dan diulang beberapa kali sempat yang tadinya berdering lalu memanggil.
Di tempat terpisah LSM dari FAAM (forum aspirasi dan advokasi masyarakat) Achmad Baidowi (Sakera) menyampaikan pada awak media ini anggaran yang seharusnya dari rakyat pada dasarnya dikembalikan untuk rakyat itupun berupa pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk desa yang lebih baik dan maju lagi.
Sakera begitu biasa dipanggil akrabnya menambahkan DPMD Gresik dan inspektorat mestinya pro aktif memonitor semua proyek dana Desa agar tepat sasaran dan tidak diselewengkan oleh oknum Kades yang nakal untuk keruk keuntungan pribadi bersama kroninya.
Hingga berita ini di tayangkan kepala desa Kepuhklagen belum memberikan keterangan apapun hingga berita ini ditayangkan.
Bersambung (Adi).






