RSUD. Umar Mas’ud Bawean Berkomitmen Tingkatkan Kinerja Pelayanan Kesehatan

Foto: Kabiro Media Radarjatim.co  di BAWEAN, Sufairi Ardiansyah bersama  Direktur LSM BCW, Darinazar SH, dalam Temu Pers  dengan management RSUD. Umar Mas’ud Bawean  membahas upaya  mengatasi masalah Pelayanan  Sakit Rujukan, Sabtu (21/5/2022)

 

Gresik {radarjatim.co~ Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Mas’ud di Pulau  Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur merupakan Rumah sakit satu-satunya yang berada di Pulau Bawean dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.

RSUD. Umar Mas’ud Bawean Kabupaten Gresik menjadi Rumah Sakit Rujukan yang berada di kepulauan menjadi pilihan masyarakat Bawean. Hal ini sesuai dengan misi dari Rumah Sakit Umar Mas’ud yakni memberikan pelayanan sesuai standard, menyediakan sarana prasarana yang nyaman, melaksanakan pengelolaan sebagai Rumah Sakit Rujukan Kepulauan dan mengembangkan potensi karyawan Rumah Sakit yang berkompeten dan ramah..

Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Anik Luthfiyah, M.Ked.Trop, menuturkan bahwa kinerja pelayanan kesehatan di RSUD. Umar Mas’ud Bawean bisa tercapai apabila pegawainya disiplin dan tepat waktu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Pegawai bisa memberikan pelayanan yang terbaik dengan sikap yang sopan dan ramah terhadap pasien dan pihak keluarga yang datang ke rumah sakit dan mempunyai komitmen selaku tenaga kesehatan serta memiliki integritas,” ungkap dr. Anik Luthfiyah.

Masih dr. Anik Luthfiyah menambahkan untuk pemenuhan tenaga kesehatan di RSUD. Umar Mas’ud Bawean sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) yang mengaturnya. Ada peluang sebetulnya dalam hal ini pihak RSUD. Umar Mas’ud Bawean untuk solusinya dengan cara mempercepat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), secara peraturan cukup dengan Peraturan Bupati untuk rekrutmen pegawai BLUD. Jika nantinya pihak RSUD. Umar Mas’ud Bawean ada aturan rekrutmen Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bisa merekrut dokter spesialis sendiri.

“Dalam kasus rujukan pasien dari Puskesmas secara prosedural harus melalui pihak RSUD. Umar Mas’ud Bawean, terkecuali kondisi pasien yang sudah tidak memungkinkan dan bersifat emergency bisa secepatnya harus dibawa ke daratan Gresik karena faktor keberangkatan kapal yang mendesak, terutama yang dari Puskesmas Tambak yang merupakan pelayanan rawat inap karena jaraknya yang jauh dari RSUD. Umar Mas’ud Sangkapura,” tegas dr. Anik Luthfiyah.

dr. Anik Luthfiyah menambahkan pula untuk menyiasati kondisi pasien rujukan yang mengunakan SKTM dan BPJS, pihak Puskesmas bisa mengunakan anggaran JKN yang 40% untuk operasional yang tidak terlalu perlu bisa digunakan untuk pasien rujukan agar tidak membebani pasien yang tidak mampu di saat rujuk ke Daratan Gresik daripada menjadi Silpa, tegasnya.

Darinazar, SH, selaku Direktur LSM BCW berharap dengan banyaknya kasus rujukan yang terjadi di Pulau Bawean, khususnya ibu hamil, meminta kepada Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani melalui Kadinkes Gresik untuk segera mengatasi alkes untuk dokter Specialis di RSUD. Umar Mas’ud Sangkapura.

“Pihak Puskesmas hendaknya selalu berkoordinasi dengan pihak RSUD. Umar Mas’ud Sangkapura selaku Rumah Sakit Rujukan yang ada di Pulau Bawean, cetus Darinazar dengan nada geram.

Direktur RSUD. Umar Mas’ud Bawean, dr. Didik Hariyanto menyampaikan untuk warga yang sakit mau dirujuk pihaknya akan siap menjemput dengan mobil ambulan secara gratis. Hal ini semata-mata untuk memberikan pelayanan Rumah Sakit yang terbaik buat warga Bawean.

“Pihaknya berharap kepada semua pegawai RSUD. Umar Mas’ud Sangkapura dari 27 tenaga kesehatan sebagai CPNS dan P3K yang baru agar bisa memberikan pelayanan yang baik dengan mengedepankan sikap humanis dan berkomitmen serta mempunyai integritas sebagai tenaga kesehatan,”ungkapnya dr. Didik Hariyanto, Sabtu (21/5/2022)

Fairi ~ Rj