​Kreatif! Warga Panggungrejo Pasuruan Sulap 200 Bungkus Kopi Bekas Jadi Tirai Cantik Bernilai Ekonomis, Solusi Ampuh Cegah Banjir Genangan

​PASURUAN || RADAR JATIM. CO — Tumpukan sampah plastik yang kerap menjadi momok dan penyumbat saluran air di Kota Pasuruan berhasil disulap menjadi barang bernilai seni dan guna tinggi oleh tangan kreatif seorang aktivis lingkungan hidup asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo.

​Adalah M. Syamsul Arifin AMS, S.Ag (58), warga Jalan K.H. Wachid Hasyim G5 No. 26, yang sukses menciptakan inovasi ramah lingkungan bertajuk “TIRA Indah ARMONI” (Tirai Kere dari Limbah Bungkus Kopi).

​Inovasi ini berawal dari keprihatinan mendalam atas masalah sampah plastik yang mencemari lingkungan dan ekosistem laut, serta pengalaman pahit dirinya saat toko sembako miliknya hancur diterjang banjir setinggi 1,25 meter pada tahun 2016 silam. Sejak saat itu, ia memilih konsisten bergerak di bidang lingkungan hidup dan mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan, termasuk setia menggunakan sepeda pancal dalam kesehariannya.

Baca Juga :  Harga Kakao Dunia Meningkat: Bagaimana Peluang, Hambatan dan Upaya Ekspor Kakao Indonesia

​”Untuk membuat satu buah tirai berukuran 120×50 cm, saya membutuhkan sekitar 200 bungkus kopi bekas. Bungkus-bungkus itu saya kumpulkan, dicuci bersih, lalu dianyam secara manual. Hasilnya kuat, tahan air, dan tentunya bisa dicuci kembali,” ungkap Syamsul saat ditemui di kediamannya, Kamis (29/10/2026).

​Tidak hanya sekadar mengurangi volume sampah plastik, inovasi TIRA Indah ARMONI ini mengusung tiga misi besar:

Baca Juga :  Pria Asal Babat Diamankan, Setelah Aniaya Istri Hingga Pelipis Mata Kiri Sobek

​Pemberdayaan Ekonomi: Membuka lapangan kerja baru dan tambahan penghasilan bagi 10 pemuda-pemudi serta ibu rumah tangga di sekitar lingkungan.

​Mitigasi Lingkungan: Mengurangi potensi kerusakan lingkungan sekaligus meminimalisir risiko banjir akibat sumbatan sampah plastik di selokan-selokan perkotaan.

​Media Promosi Alternatif: Berfungsi sebagai sarana promosi ramah lingkungan yang estetik dan ekonomis sebagai pengganti baliho konvensional yang kerap melanggar estetika kota serta bebas pajak.

​Ke depan, Syamsul menargetkan program ini bisa diterapkan secara massal di 34 kelurahan yang ada di Kecamatan Panggungrejo. Dengan asumsi kebutuhan 100 tirai per kelurahan, total dibutuhkan sekitar 3.400 tirai dengan estimasi biaya Rp200.000 per unit. Sebagai langkah awal, ia tengah menyiapkan proyek percontohan (pilot project) sebanyak 100 tirai dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp20 juta.

Baca Juga :  Bus PO Eka Cepat Hangus Terbakar di Jalur Madiun-Surabaya, Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Miliar

​Gagasan brilian ini kini telah resmi diajukan kepada Pemerintah Kota Pasuruan melalui dinas terkait (DLH, Disperindag, Dinas Perikanan, serta Dinas Koperasi dan UKM), pihak swasta melalui program CSR, hingga jejaring organisasi lingkungan seperti WALHI Jawa Timur dan Greenpeace.

​Bagi instansi, media, maupun masyarakat yang ingin melihat langsung atau berkolaborasi, Syamsul Arifin menyatakan terbuka dan siap diwawancarai langsung di kediamannya atau melalui kontak WhatsApp di nomor 085856373139.

​(Red)