Gresik { radarjatim.co ~ Tergiur dengan harga Udang Ronggeng yang lumayan mahal di pasaran banyak masyarakat nelayan untuk mencari, udang ronggeng itu sendiri hidup di terumbu karang dengan kata latinnya sebutannya Lysiosquilla Maculate.
Pada hari Jum’at sekitar Jam 13.00 Wib Remaja asal dusun daun barat ( Garu’en ) Desa Daun Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Jatim Putra dari pasangan Suri dengan Asma, Mespaeni (32) beserta rekannya Tamim berangkat dari rumah menuju dusun Pacinan Desa Sawah Mulya Kecamatan Sangkapura untuk mencari udang ronggeng (1/10).
Sesampainya di lokasi yang tidak jauh dari Pesanggrahan Sangkapura tempat mereka menyimpan sepeda motor, keduanya berjalan kaki menuju Karang DAM dengan penuh harapan bisa dapat hasil tangkapan udang ronggeng yang melimpah, sesampainya di lokasi karang keduanya berpencar untuk mencari udang ronggeng menelusuri tepian karang yang dibatasi oleh DAM bekas jaman penjajahan.
Menurut Tamim rekan korban, bahwa di saat mau pulang sudah mendahului dengan berjalan kaki namun selang berapa waktu Mespaeni sudah tidak kelihatan. Spontanitas Tamim rekan korban memanggil dan mencari korban dan pada akhirnya yang ditemukan hanya topi, sepatu dan tempat perbekalan yang ada ditepian karang, dengan perasaan panik Tamim rekan korban sekaligus sahabatnya meminta tolong kepada Nelayan yang ketepatan ada tidak jauh dari lokasi kejadian akan tetapi tetap tidak ditemukan.
Sampai berita ini terdengar oleh banyak warga setempat membuat warga ikut serta mencari korban dengan menaiki perahu jhukong dan dibantu dengan warga dari Desa Daun yang mulai berdatangan ke lokasi depan kantor Koramil 0817/17 Sangkapura.
Kepala Desa Daun, Abdul Azis menuturkan kepada wartawan Radarjatim bahwa pencarian terhadap salah satu warganya akan dilakukan sampai tengah malam dengan harapan bisa ditemukan dalam keadaan selamat namun hasilnya tetap nihil, akhirnya pencarian dihentikan melihat waktu yang sudah larut malam dan akan dilanjutkan besok pagi.
Abdul Azis menambahkan pencarian terhadap korban mengunakan sekitar 7 perahu jhukong dan 1 perahu klotok yang dilengkapi dengan kompresor untuk menyelam yang dibantu oleh masyarakat setempat beserta pihak keluarga dan warga dari desa Daun.
Tanpa rasa putus asa warga desa daun akhirnya menemukan korban ( Mespaeni ) dalam keadaan sudah tidak bernyawa tidak jauh dari ditemukannya barang bawaan milik korban,tegasnya kepala desa Daun.
Tokoh Masyarakat Desa Daun yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa sangat di sayangkan kecelakaan laut ( Laka ) ini yang terjadi pihak Aparat terkait setempat tidak mau ikut serta membantu mencari korban kelaut dan hanya menunggu di Darat, dan sangat membuat banyak warga timbul tanda tanya kenapa hal tersebut bisa terjadi ?.
Ketua Kerukunan Nelayan Bawean ( KNB ) Ridwan, SE., Menambahkan bahwa pihaknya sudah memberitahukan kepada masyarakat nelayan Bawean di wilayah Sangkapura yang dekat dengan lokasi kejadian untuk segera membantu serta mencari, jika menemukan hal – hal yang mencurigakan diharapkan segera melapor, Sabtu (2/102021 )
Sufairi ~ Rjned






