EKONOMIKA NEOKLASIK

Oleh: Sartika, Mahasiswi jurusan ilmu ekonomivFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

 

RADARJATIM.CO~Banyak pakar ekonomi Indonesia penganut paham arus utama neoklasik menyatakan keberatan memasukkan ideologi pancasila dan asas kekeluargaan dalam pasal 33 UUD 1945 ke dalam system eknomi Indonesia.Keberatan di pakainya idiologi atau nilai-nilai dalam ilmu ekonomi sering di dasarkan pada pengertian yang keliru tentang idiologi, idiologi sebenarnyan berarti ilmu tentang ide, ilmu tentang gagasan yang tentu saja harus berperan dalam proses pengembangan setiap ilmu termasuk dan terutama menyangkut ilmu-ilmu social.

Baca Juga :  SAMPAH MENYELINAP HAMPIR DI SEMAK BELUKAR DI PULAU BAWEAN

Teresa lunati secara lugas membedakan economic man vs ethical man neoclassical firms vs ethical firms dan neoclassical markets vs ethical markets. Kaitan erat antara etika dan system ekonomi menjadi makin jelas terlihat melalui peranan idiologi untuk memberi dan sebagai pembenaran dari system ekonomi yang diterapkan

Ilmu ekonomi neoklasik ala paul samuelson mampu mengasai pemikiran ekonomi dunia adalah karena penyebarannya menggunakan metode-metode agama.dalam ekonomi islam etika agama kuat sekali melandasi hukum-hukumya, namun juga di sini banyak kebersihan ekonomi orang islam malahan didasarkan pada penyimpanan ajaran-ajarannya.

Baca Juga :  Ketua KPK: NU Wajib Didigdayakan Demi Kebangkitan Indonesia Baru Bebas Korupsi

Jika ilmu ekonomi neoklasik tidan berniat menganalisis masalah-masalah social di Negara-negera sedang berkembang, tetapi mengurung diri sebagai disiplin yang kaku maka ia bukan lagi ilmu sejati tetapi sekedar sebagai idiologi, itupun idiologi yang tidak mengikat sehingga tidak berguna bagi pembangunan masyarakat, dan malahan ia menjadi hambatan pemecahan masalah-masalah social yang di hadapi masyarakat.Salah satu manifestasi paling buruk dari penerapan teori ekonomi neoklasik di Indonesia adalah tidak pernah diperhatikannya data-data empiric perekonomian daerah yang sering sangat berbeda dengan data-data agregat yang tercatat di Jakarta. Adam smith pendiri mazab klasik bahwa ajarannya hanya separuhnya saja diterapkan yaitu deduktif, sedangkan ajaran yang separohnya lagi yaitu pendekatan sejarah empirik-induktif sama sekali dilupakan.

Baca Juga :  SERAK-SERAK SAMPAH DI PULAU BAWEAN

Sumber: topicterkini com