SAMPANG || radarjatim.co – Program bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap ratusan balita bergizi rendah, di kecamatan Omben kabupaten Sampang Jawa timur, diduga menjadi ajang mencari keuntungan pribadi Oknum pihak puskesmas Omben hingga lebih dari 50%, pasalnya,
Berdasarkan keterangan dari sumber yang enggan namanya dipublikasian inisial (M) kepada media ini Sabtu (24/12/2022) ia memaparkan bahwa dua jenis kue PMT berukuran kecil yang diberikan oleh pihak puskesmas Omben terhadap ratusan belita bergizi rendah tersebut, harganya berkisar antara 5000 hingga 6000/bungkus serta tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah yakni 12.500
“Setahu saya anggaran dari pemerintah untuk program PMT itu 12.500 untuk satu anak balita, dan setiap hari mas, tapi kok kue yang diberikan hanya dua jenis kue kecil, yang tidak sepadan dengan anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah, kue yang seukuran itu harganya paling kalau gak 5000 ya 6000, “Ungkapnya
Diberitakan sebelumnya oleh media ini, Dengan judul “Sungguh Miris’ Program PMT Diduga Jadi Objek Bisnis Puskesmas Omben” dalam berita tersebut, Kepala Puskesmas (Kapus) Omben (drg Yuanita) membantah bahwa hal tersrbut tida benar,
“Itu tidak benar mas, kamu tau dari siapa? karena yang jelas kalau penerima tidak akan mungkin tau tentang program itu anggarannya berapa, kalau saya tangkap informasi yang sampean peroleh itu kalau gak dari bidan pasti dari kader “Sanggahnya seolah merasa kebocoran data,
Masih drg Yuanita menjelaskan bahwa, kue tersebut berbeda dengan kue yang biasanya,
“Meskipun kuenya berukuran kecil tapi dari segi gizi maupun bahan itu beda dari kue yang biasa mas “Dalihnya
Disinggung terkait pengelola kue PMT tersebut, drg Yuanita mengaku pihaknya menunjuk rekanan untuk bekerjasama,
“Untuk pengelola kami menunjuk pihak ketiga atau rekanan untuk memasak atau membikin kue itu mas, “Pungkasnya
(Korwil Mdr)






