Buntut Kasus Penganiayaan Andini Hingga Tewas, Kuasa Hukumnya akan Laporkan Kapolsek Lakarsantri ke Ditpropam Polda Jatim

Surabaya | RADARJATIM.CO.~Kasus penganiayaan seorang wanita hingga tewas disalah satu hiburan malam di Blackhole KTV Surabaya Barat, yang sempat viral beberapa hari yang lalu. Kini semakin melebar setelah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce, menetapkan satu tersangka bernama Gregorius Ronald Tannur anak seorang DPR RI dapil NTT dari fraksi PKB sebagai tersangka.

Kuasa hukum korban Dimas Yemahura Alfarauq S,H. Juga selaku penasehat hukum dari Media Gerakjatim.com akan melaporkan petugas Polsek Lakarsantri ke Ditpropam Polda Jatim.

Pasalnya, petugas Polsek Lakarsantri sempat mengeluarkan Steatmen bahwa korban tewas karna sakit dan tidak ada tanda kekerasan.

Masih Dimas ia sangat kecewa dengan pernyataan pak Kapolsek di media yang mengatakan, jika korban tewas karna sakit dan tidak ada tanda penganiayaan.

“Karna menurut Dimas itu mendahului proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Lama Jadi Buron Satreskrim Polrestabes Surabaya, ASN Berinisial TR Akhirnya Ditangkap di Rumah Istri Sirinya

Ia menambahkan, kalau memang perlu dilaporkan kami akan melaporkan Kapolsek Lakarsantri ke Ditpropam Polda Jatim, tapi kami akan kaji terkait adanya dugaan laporan palsu saat tersangka meminta surat kematian, sebelumnya tersangka berupaya menutupi penyebab kematian korban dengan dalih sakit.

“Maupun dugaan Operation Of Justice yang dimana petugas dari Polsek Lakarsantri telah menghalangi proses penyelidikan,” kata Dimas kepada media ini, Minggu (8/23).

Baca Juga :  Memperingati HUT Bhayangkara ke 77 , TNI-Polri Semakin Solid

Di kesempatan yang sama menurut Dimas selaku kuasa hukum korban seharusnya pada saat Ia tidak mampu atau Unit nya tidak mampu menangani pristiwa tersebut seharusnya Ia limpahkan ke Kapolrestabes Surabaya atau ke Polda jatim yang memiliki Unit khusus untuk menangani hilang nya nyawa orang lain.

“Bukan malah memberikan statemen yang seolah-olah akan menghilangkan bukti-bukti kepada korban,” ungkapnya.

(Tim/red)