SPBU Tidak Beroperasi, Program BBM Satu Harga Tidak Dirasakan Masyarakat Pulau Bawean

Gresik | RADARJATIM.CO.~ Saat ini di Gresik masih ada wilayah yang belum bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga, sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Mengutip Laman Pengaduan Masyarakat, sabtu (27/1/2024) mengadukan tentang masyarakat Bawean yang belum bisa menikmati BBM satu harga, Hal tersebut disebabkan oleh tutupnya SPBU disana.

“Masyarakat pulau bawean kabupaten gresik provinsi jawa timur tidak pernah merasakan harga BBM subsidi padahal sudah didirikan SPBU. ada dugaan kuat adanya ‘permainan’ dalam pendistribusian BBM subsidi oleh beberapa oknum dengan bukti adanya drum-drum di SPBU sehingga BBM subsidi disalurkan melalui drum tersebut kepada pihak pengecer.” Tulisnya.

Baca Juga :  Abaikan Panggilan Sidang Komisi Informasi, Ini Respon Ketua Umum PKN, Patar Sihotang, SH. MH

dengan tidak beroperasi SPBU di pulau bawean, masyarakat bawean membeli bbm subsidi (pertalite ) seharga Rp.12.500/liter dan solar seharga rp. 10.000 – 13.000/liter) ke pihak pengecer. Kondisi tersebut tentunya membebani masyarakat setempat.

Baca Juga :  Sebut Kurang Efektif, Direktur Tehnik PDAM Kota Madiun Sengaja Tak Lakukan Tera Meter Air

Ironinya menurut informasi dari warga Bawean Jumali  mengatakan SPBU di desa Daun Sangkapura itu diduga milik keluarga besar oknum MPR RI (Jzl) asal Bawean mestinya dapat memberikan contoh yang baik dengan menerapkan harga normal seperti SPBU lainnya dan menyalurkan distribusi BBM di pom bukan malah menggunakan drum yang ditumpuk di area Pom bahkan konsumen yang mau beli subsidi BBM subsidi bilangnya masih mau mengisi drum-drum dulu itu di SPBU tersebut, ungkapnya.

Baca Juga :  HUT Ke-54, Petrokimia Gresik Kembali Berbagi Berkah dan Kebahagiaan Bersama Abang Becak

“oleh karenanya, masyarakat bawean tidak pernah merasakan program bbm satu harga sebagaimana yang tertuang dalam peraturan menteri ESDM no. 36 tahun 2016.” Tutupnya dalam aduan.

(Red)