Gresik { radarjatim.co ~ Generasi Muda Penerus Bangsa peduli terhadap lingkungan di Pulau Bawean dalam wadah P3L yang pimpin oleh Andi Mohammad Fajrin, peserta KKN STAI Hasan Jufri Bawean Tahun 2021.
Pembibitan terhadap pohon sukun dilakukan sebelum KKN dilaksanakan sekitar bulan Juni 2021 dari akar pohon sukun tersebut, akan tetapi pelaksanaan KKN di mulai dari tanggal 31 Juli hingga sampai tanggal 31 Agustus 2021.
Fajrin panggilan akrabnya mengatakan pada Radarjatim, kegiatan ini untuk melaksanakan salah satu program kerja nyata dengan melakukan pembibitan serta penanaman pohon sukun di sekitar sumber mata air yang ada di pulau Bawean sebanyak 10 pohon sukun, Minggu ( 15 /8/2021 ).
Dengan rasa kepedulian terhadap lingkungan, Fajrin melihat bahwa sumber mata air sekarang ini bertambah berkurang yang dirasakan oleh masyarakat, maka penanaman bibit pohon sukun sangatlah berguna untuk penahan tanah longsor, akarnya bisa sebagai pengikat air dan buahnya bisa untuk di makan hewan yang ada di hutan, sehingga hewan (monyet) tidak berkeliaran ke pemukiman serta tidak membuat resah warga disekitarnya.
Kegiatan ini melibatkan dari kalangan Muda Bawean untuk ikut andil, guna menjaga kelestarian lingkungan hidup terkait dengan sumber mata air yang mulai mengalami penurunan yang ada di pulau Bawean.
Penanaman bibit pohon sukun dilaksanakan di dusun Kuduk – kuduk Desa Patar Selamat kecamatan Sangkapura, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar berkat kerja sama Remaja dam masyarakat sekitarnya.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti di waktu KKN saja, akan tetapi dilanjutkan oleh Pergerakan Pemuda Peduli Lingkungan (P3L) yang akan bersinergi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wilayah 11 Bawean.
Syamsi., Kepala Resort Konservasi 11 Wilayah Bawean mengatakan kepada wartawan media Radarjatim, bahwa dirinya sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap Pergerakan Pemuda Peduli Lingkungan (P3L) yang diketuai oleh Andi Mohammad Fajrin yang sudah melangkah maju untuk kepeduliannya di pulau Bawean.
Pada masa Pemerintah Kabupaten Gresik yang kemarin pernah ada program untuk penanaman bibit pohon buah merah di zona hijau di kawasan konservasi tetapi tidak berjalan, program ini diserahkan ke pihak pertanian oleh Pemkab Gresik dan akhirnya dari pihak pertanian menanyakan ke pihak BKSDA’E Wilayah 11 Bawean terkait tentang titik – titik lokasinya.
Syamsi menambahkan, bahwa Widodo selaku kepala bidang konservasi yang berada di Surabaya pernah menelepon melalui via telepon seluler, menanyakan titik – titik lokasi untuk penanaman bibit buah merah, dengan hal ini diharapkan P3L juga bisa melaksanakan pembibitan buah merah yang bisa dilakukan melalui biji, tegasnya Syamsi.
Terkait dengan penanaman bibit buah merah yang pernah di programkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik yang sudah 1 tahun berlalu, tidak pernah ada tindak kelanjutan akhirnya sampai sekarang tidak pernah terlaksana.
Syamsi, selaku Kepala Resort Konservasi 11 Wilayah Bawean berharap kepada Pemerintah Kabupaten Gresik yang sekarang, program yang dulu pernah ada dari Pemkab Gresik sekarang bisa di respon dengan positif dan bisa cepat direalisasikan untuk Pulau Bawean, Kamis ( 2/9/2021 ).
Sufairi ~ Rjned






