Penulis: Achmad Khadafi, Mahasiswa Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang
NTB [ www.radarjatim.co~Naik dan turunnya harga sebuah komoditi pangan khususnya di bidang pertanian tentunya membuat masyarakat kebingungan, tidak sedikit masyarakat menjadi kesulitan jika harga suatu komoditi di bidang pangan menjadi naik. Tidak hanya distributor dan konsumen saja yang mengalami kesulitan bahkan produsen pun demikian. Sebagai contohnya, pada tahun 2021 mengutip situs resmi infopanganjakarta.go,id, harga komoditi pangan cabai di Jakarta menyentuh angka Rp.110 ribu per kg dan kenaikan harga komoditi cabai rawit ini tercatat sebagai kenaikan harga tertinggi di Indonesia pada awal tahun 2021.
Hal ini disebabkan karena kelangkaan atau produksi pangan di suatu daerah tersebut menurun, sedangkan angka pemintaan pada komoditi tersebut terbilang tinggi dan mengakibatkan harga jual yang menjadi naik atau tinggi. Faktor penyebab kelangkaan atau penurunan produksi suatu komoditi tersebut beragam. Salah satunya adalah gagal panen yang disebabkan oleh kurangnya atau susahnya pengairan, penyerangan oleh hama hingga pemilihan pupuk yang kurang tepat dan kondisi tanah yang tidak bagus. Dan faktor itu semua yang menyebabkan kelangkaan atau menurunnya suatu produksi komoditi pangan dan dampaknya adalah kenaikan harga yang dirasakan oleh masyarakat yaitu produsen konsumen dan distributor.
Solusi yang akan digunakan untuk mengatasi kenaikan harga pangan di Indonesia adalah bagaimana cara meningkatkan produksi pangan khusunya dibidang pertanian di Indonesia. Yaitu dengan cara menstabilkan dan menekan angka produksi pangan di bidang pertanian ke batas standarnya dengan begitu produksi suatu komoditi pangan pertanian di masing-masing daerah di Indonesia akan lebih stabil.
Stabilnya angka produksi komoditi pangan pertanian di Indonesia akan menyebabkan harga pangan yang awalnya naik akan mengalami penurunan
Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan pengawasan serta bantuan terhadap petani di setiap sektor lahan pertanian di Indonesia. Baik ahli pertanian dan pemerintah harus bekerja sama melakukan fungsi pengawasan dan bimbingan terhadap produksi komoditi di bidang pangan. Pemerintah dan ahli pertanian dapat memberikan edukasi dan seminar kepada para petani di pelosok pedesaan maupun di perkotaan yang ada di seluruh Indonesia. Selain itu petani dan seluruh oknum terkait harus bisa membaca dan menyiapkan strategi untuk mengatasi curah hujan pada tiap-tiap daerahnya.
Tidak hanya itu pemerintah dan ahli pertanian pun harus melihat ketersediaan sumber atau pasokan air di daerah yang mengalami kekurangan air dengan begitu kebutuhan air untuk kepentingan irigasi dapat terpenuhi. Pemilihan pupuk juga harus dipertimbangkan, pemerintah dapat mensubsidikan harga pupuk yang memiliki kualitas dan kwantitas yang terbilang bagus. Kodisi tanah juga merupakan salah satu faktor keberhasilan panen, sebaiknya gunakan pupuk organik agar kesehatan tanah dapat terjaga. Tidak lupa pengendalian hama juga harus terus dilakukan dengan memberikan insektisida secara rutin dan dalam jumlah yang secukupnya. Karena jika berlebihan menggunakan insektisida maka akan dapat merusak tanaman pangan itu sendiri. Teknologi dan teknik bertani harus sangat diperhatikan dalam hal ini, karena tidak sedikit petani yang tidak tahu bagaimana cara bertani yang benar dan efisien.
Setiap minggu pemerintah dan ahli pertanian harus mensurvey perkembangan lahan pertanian yang mereka awasi, dengan begitu kelancaran dari masa panen hingga pasca panen akan mendapat hasil yang positif. Dengan demikian petani diharapkan dapat menghasilkan produksi pangan dengan skala beribu-ribu ton dan jumlah produksi dapat ditekan hingga mencapai angka stabil. Yang artinya dapan menurunkan harga pangan pertanian yang mulanya tinggi menjadi normal kembali.
Pengaruh harga komoditi pangan di Indonesia sangat berdampak besar bagi masyarakat dan perekonomian negara. Masyarakat demi memenuhi kebutuhan hidupnya sangat bergantung pada ketersediaan sumber pangan, bayangkan saja jika harga pangan menjadi naik dan banyak diluar sana masyarakat yang kondisi perekonomiannya terbilang rendah dan tidak dapat membeli bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidupannya. Dan hasilnya Indonesia menjadi negara dengan angka kelaparan yang melonjak. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau, ras dan beragam sumber daya hayati dan hewaninya termasuk sumber daya pangan.
Namun terkadang produksi komoditi pangan di bidang pertanian bisa saja sangat menurun dan hal ini menyebabkan kelangkaan, sedangkan permintaan akan komoditi tersebut terbilang sangat banyak sehingga menyebabkan kenaikan harga. Namun hal ini dapat diatasi dengan menekan angka produksi hingga stabil. Petani, ahli pertanian hingga pemerintah pun ikut andil dalam hal ini. Produksi yang stabil dapat diperoleh dengan cara melihat, megawasi memperbaiki serta memimpin jalannya proses mulai dari proses pembibitan hingga proses panen suatu komoditi pangan tersebut. Hasil dan jumlah produksi yang maksimal dapat memperbaiki harga pada suatu komoditi tersebut. Jika hasil produksi menjadi stabil perekonomian negara pun menjadi seimbang dan salah satunya dapat menambah devisa suatu negara dengan cara mengekspor hasil komoditi tersebut ke Mancanegara.
Sebagai contoh menurut situs terkenal jual beli dunia Alibaba.com harga beras termurah terdapat pada salah satu negara di asia tenggara yaitu negara Filipina dengan kisaran harga ecerannya senilai Rp.9 ribu per kilonya.Tentu saja ini terbilang sangat murah mengingat harga beras di Indonesia menyentuh angka kisaran Rp.12 ribu per kilonya, sedangkan harga beras termahal yaitu terdapat pada negara jepang dengan kisaran harga RP.48 ribu per kilonya. Yang artinya produksi komoditi pangan beras di negara Filipina sangat banyak dibandingkan negara jepang sehingga negara Filipina adalah negara yang menjadi salah pengekspor beras di dunia.
Harga komoditi pangan yang murah tentu saja menyesuaikan dengan jumlah pasokan komoditi itu sendiri. Jika harga komoditi pangan murah tentu saja masyarakat dapat bergembira karena dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri maupun keluarganya. Dan keuntungan bagi negara ialah dapat melakukan kegiatan ekspor sehingga dapat menambah nominal devisa negara. Namun jika harga komoditi pangan itu sendiri mahal yang berarti jumlah pasokan komoditi itu sendiri langka dan menyebabkan masyarakat menjadi susah untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri maupun keluarganya. Dan dampaknya bagi negara adalah negara tidak dapat melakukan kegiatan ekspor sehingga tidak ada pemasukan bagi devisa negara.
Pengaruh turun naiknya harga komoditi pangan dibidang pertanian sangat berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. Jadi untuk menekan harga komodii pangan diperlukan persiapan serta usaha di berbagai aspek oleh beberapa pihak yang terkait yaitu petani, ahli pertanian dan pemerintah. Mulai dari pembibitan, perawatan serta teknik yang digunakan dalam produksi pertanian juga harus diperhitungkan. Perlu dilakukan pengawasan serta bimbingan dari para badan ahli untuk memaksimalkan tujuan tersebut. Dengan begitu hasil yang diperoleh dapat maksimal dan harga pun dapat ditekan hingga stabil, sehingga masyrakat pun bergembira dan dapat merasakan dampak positifnya. Tidak hanya masyrakat, dengan melimpahnya hasil produksi pangan dibidang pertanian, negara juga dapat melakukan kegiatan ekspor komoditi ke berbagai negara di dunia dan menambah nominal pendapatan devisa negara.
(Red)






