Lamongan, radarjatim.co. ~ Sejumlah orang tua siswa di Kabupaten Lamongan keluhkan mahalnya buku pendamping kurikulum merdeka (Bunda Ceria) yang dijual pihak sekolah. Padahal pemerintah telah menjanjikan sekolah gratis.
“Kalau sekolah gratis, seharusnya buku pun gratis,” kata salah satu orang tua siswa asal Kecamatan Deket yang enggan disebutkan namanya, Senin, (26/8/2024).
Dijelaskan warga yang anaknya bersekolah di salah satu sekolah dasar negeri di Babatagung, Deket, itu bahwa pada awal tahun ajaran ini pihak sekolah menawarkan buku pelajaran untuk anaknya. “Ada sekitar 12 buku pelajaran yang ditawarkan,” katanya. Harga total buku-buku pelajaran tersebut sekitar Rp 400 ribu. Harga tersebut, menurut dia, sangat mahal, terlebih anaknya baru duduk di kelas 2 SD.
Diakuinya, pihak sekolah memang mewajibkan pembelian buku pelajaran itu. Apalagi saat ini ada buku LKS yang dijual kepada setiap siswa. “Total LKS Rp. 112.000, Buku Bunda Ceria Rp. 290.000, buku tabungan Rp. 4000.” Ungkapnya merinci.
pihak sekolah pun berdalih buku pelajaran yang mereka jual itu bisa menunjang kegiatan belajar siswa di rumah. “Padahal sebaiknya sekolah tidak menjual buku,” katanya. Seharusnya orang tua siswa dibiarkan membeli buku di luar sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Penjualan buku pelajaran oleh pihak sekolah telah menambah beban pengeluaran wali murid, apalagi saat ini seluruh sekolah negeri di lamongan terkesan terbuka dan brutal dalam memungut uang kepada wali murid dengan berbagai modus.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Nunggal Isbandi saat dimintai konfirmasi, Senin (26/8/2024) belum tersambung.
(Wh/slr).






