GRESIK | radarjatim.co- Edukasi sertifikasi halal produk bagi Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting dilakukan. Tujuannya yaitu memberikan kenyamanan, keamanan dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengkonsumsi serta menggunakan produk serta meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi serta menjual produk.
Hal itu disampaikan oleh Nelly Afroh, M.Pd.I Penyelengara Zakat Wakaf (ZAWA) sekaligus Ketua Satgas Halal Kemenag Kab. Gresik dalam acara Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikasi Halal untuk Makanan dan Minuman bagi UMKM di Aula Masjid Agung Gresik, Jl. Wahidin Sudirohusodo Gresik. Kamis, (28/7/2022).
Nelly menjelaskan bahwa berdasarkan UU no 33 tahun 2014 semua produk yang masuk, beredar dan dipasarkan di wilayah Indonesia terkena kewajiban bersertifikat halal.
Adapun kewajiban ini ada periodesasi pentahapan, dimana tahap I tanggal 17 oktober 2019-17 oktober 2024 kewajiban kepada produk dengan kategori: makanan dan minuman, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman serta hasil dan jasa sembelihan.
“Tujuannya diharapkan setelah memahami tentang hal ini semua pelaku usaha bersegera melakukan upaya pensertifikatan halal produknya”,jelasnya.
Nelly tampil sebagai Narasumber atas undangan dari Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI) STEISIA yang sedang melakukan kegiatan Program Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Gresik.
Acara ini adalah hasil kerjasama antara DMI Kab. Gresik dengan STEI STEISIA dengan mengundang UMKM binaan dari Dewan Masjid Indonesia Kab. Gresik.
Ketua DMI Kab. Gresik Zainal Abidin menyatakan ikut bersyukur atas kelancaran kegiatan tersebut. ” Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, saya ucapkan terimakasih kepada pihak STEISA dan Satgas Halal Kab. Gresik atas partisipasinya. Semoga UMKM semakin tersadarkan akan pentingnya sertifikasi halal bagi produknya,” ujar alumni Pondok Tebu Ireng Jombang tersebut.
(MadRj)






