Situbondo || radarjatim.co~Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo menyelenggarakan Peringatan Satu Abad NU di Pondok Pesantren (PONPES) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Ahad, (12/2023)
Dalam kesempatan itu, Katib Am PBNU KH. Ahmad Said Asrori hadir sekaligus menyampaikan amanat PBNU dihadapan para Pengurus NU dan Para Kiai serta ribuan hadirin yang hadir di halaman Gelora Ibrahimy Pesantren Sukorejo.
Kiai Ahmad Said Asrori menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Sukorejo merupakan pondok yang sangat memiliki sejarah terutama saat penerimaan Asas tunggal Pancasila lewat Munas NU 1983 yang penuh dengan perdebatan tajam di antara para Kiai antara yang menerima dan yang menolak Asas Tunggal Pancasila . Kemudian pada Muktamar NU 1984 Asas Tunggal Pancasila ditetapkan menjadi keputusan.
Karena berkat penerimaan Pancasila sebagai ideologi dalam berbangsa dan bernegara Indonesia selamat dari konflik besar antara Agama Suku, dan Ras serta NKRI pun selamat.
Dari itu, waktu ramah tamah di dalem Pengasuh, KH. Afifudfin Muhajir menyampaikan dawuh KH. Ahmad Shiddiq ; Seandainya KHR. As’ad Syamsul Arifin tidak punya amal baik lain, kecuali sukses Munas dan Muktamar NU sudah cukup bekal menghadap Allah SWT.
Dalam acara satu Abad NU di Pondok Pesantren Sukorejo hadir Dzurriyah dari Syaikhana Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari, dan KHR. As’ad Syamsul Arifin, yang dikenal segitiga Mas proses awal isyarah berdirinya NU berupa tongkat dan Tasbih, dan Dzurriyah Pembuat lambang NU , KH. Ridwan Abdullah, dan Dzurriyah yang merestui NU yaitu KH. Nawawi Bin khatim Sidogiri .
Kelima Dzurriyah yaitu RKH. Muhammad Makki Nasir, (Bangkalan) KH. Fahmi Hadzik, (Jombang) dan KHR. Azaim Ibrahimy (Situbondo), KH. Shalahuddin Azmi (Dzurriyah KH. Ridwan Abdullah) , dan KH. Mas Kholil Sidogiri (Dzurriyah KH. Nawawi Bin Khatim Sidogiri) sama sama menyampaikan pesan dan kesan dalam acara tersebut .
Dalam acara ini juga hadir , HM Misbahus Salam (Pengurus LAZISNU PBNU) , KH Romadhon Chotib (Katib PWNU)
KH. Najiburrahman Wahid, KH. Cholil Nawawi, KH. Shalahuddin
Gus Syukron, PWNU , KH. Muhyiddin Khatib, (Ketua PCNU Situbondo), dan Alumni Sukorejo Se Nusantara yang menjadi Pengurus NU, Gubernur Jatim Ibu Khafifah Indar parawansa , Bupati Situbondo Bapak H. Karna Suswandi.
Kegiatan peringatan satu abad NU di Pondok Pesantren Sukorejo ini mengandung makna bahwa NU Jamiyyah Diniyyah Ijtimaiyyah yang Agung dan Mulya
. (HMS)






