Gresik. Radarjatim.co.~Warga Desa Balongpanggang, Kecamatan Balongpanggang kabupaten Gresik gelar jalan sehat yang diberi nama “BP Festival” dengan tema bertajuk budaya Nusantara kebhinikaan tunggal Ika. Pada Minggu 03/09/2023
BP Festival ini diikuti oleh ratusan warga Balongpanggang yang terbagi menjadi 28 peserta dan berkumpul menjadi satu di lapangan dusun Mojoroto sebagai tempat pemberangkatan.
Terlihat para peserta BP Festival ini beraneka ragam pakaian Seperti pakaian Dayak, Papua, Bali, serta berdandan seperti apa tentara, serta sebagian pesert berdandan layaknya hantu kuntilanak, Tuyul dan beraneka ragam kostum laiinya
Selain itu juga terlihat para peserta ada yang menggunakan pakaian dari bahan daur ulang dari plastik dan tentunya masing- masing peserta diiringi dengan sound sistem yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat (pick up)
Terlihat dibarisan terahir yakni kolaborasi dari warga dusun Balongpanggang Gang Bintoro RT 01 RW 03 dan gang pancasila yang sangat terlihat guyup rukun dan kekompakan dituangkan di dalam barisan saat menjadi peserta BP Festival
Saat ditemui wartawan Radarjatim.co koordinator dari gang Bintaro Iwan Budi Siswanto mengatakan kegiatan tersebut diadakan secara dadakan untuk memperingati HUT RI yang ke 78 tahun dan sengaja kami pilih tema kesenian Nusantara untuk menjaga warisan para leluhur. Ucapnya
Lanjut Wawan panggilan kesehariannya juga mengatakan bahwasannya masyarakat indonesia terutamanya warga Balongpanggang wajib cinta budaya daerah, melalui kegiatan ini para peserta BP Festival dapat menunjukan rasa cintanya berbagai kesenian nusantara di Indonesia mulai dari Sabang sampai meraoke. Ungkapnya
Lebih jauh Wawan yang merupakan ketua Pemuda Pancasila PAC Balongpanggang ini menyampaikan mengenai Kostum dan rias sedemikian rupa merupakan hasil karya warga masyarakat Gang Bintaro dan Gang pancasila pribadi.
“mereka rela merogoh kocek untuk merias, berdandan serta berkreasi demi memeriahkan HUT RI yang ke 78 ini” dan perlu diketahui bersama bahwasannya untuk biaya ini murni dari masing masing peserta (biaya pribadi) dan bukan dibiayai oleh pemdes atau pihak terkait laiinya. Tutupnya
Di tempat terpisah pedagang UMKM sebut saja namanya Azis mengucapkan alhamdulilah pak dengan diadakan BP Festival ini secara tidak langsung membantu perekonomian para usaha kecil menengah seperti saya untuk mengais rezeki.
“dengan adanya BP Festival ini dan saya diperbolehkan jualan dan ini kesempatan bagi saya ( Azis pedagang red) untuk mengais rezeki pak” tutupnya
(Adi)






