Bangkalan | RADARJATIM.CO ~Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa menghadiri acara Operasi Pasar Murah dan Penyerahan Zakat Produktif di UPT. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bangkalan.Senin (28/2/2022)
Operasi Pasar Murah yang dilaksanakan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terus terjadi di wilayah Bangkalan. Seperti pengamatan wartawan radarjatim.co, tiap pagi di depan pasar modern Bangkalan Plaza sebelum waktu buka tampak antrian konsumen minyak goreng dan ketika masuk ke dallam Plaza Bangkalan secara bertahap ketika stock minyak goreng dikeluarkan rentan terjadi rebutan antar konsumen dan antrian panjang di kasir.
Foto: Antrian konsumen minyak goreng di pasar modern Bangkalan Plaza , Minggu (27/02/2022)
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim menyampaikan “ Kebutuhan minyak goreng di Jatim perbulan 59 ribu ton, sedang yang diproduksi untuk Jatim 63 ribu ton. Logikanya tiap bulan ada surplus 4 ribu ton, tapi yang kita lihat di pasar tradisional, pasar modern dan ritel modern masih terjadi kelangkaan “.
“ Sejak terjadi kelangkaan, pihaknya bersama Pangdam V Brawijaya dan Kapolda jatim telah turun ke pabrik minyak goreng. Bahkan pabrik yang punya market 40 persen secara nasional, menyampaikan tidak ada pengurangan produksi, tapi di konsumen realitanya kelangkaan terjadi di mana-mana “ Jelas Gubernur.
“ Mengatasi kelangkaan minyak goreng ini, Pemprov Jatim sudah melaksanakan Operasi Pasar terhadap 2/3 Kabupaten dan Kota di Jatim. Bupati juga sudah gelar Operasi di Kecamatan. Kita akui Operasi Pasar ini tidak terlalu signifikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi tidak berarti pula kita tidak berbuat apa – apa “
“ Selain kita menekan dan mengharapkan produsen dan distributor segera mendistribusikan stock minyak gorengnya, per tanggal 19 Januari 2022, ada kebijakan satu harga minyak goreng dari pemerintah, Rp. 14.000/liter. Kemudian ada perubahan kebijakan lagi per 1 Februari 2022, Harga Eceran Tertinggi {HET} untuk kemasan Premium Rp. 14 ribu/liter, yang kemasan sederhana Rp. 13,500/liter sedang yang curah Rp. 11.500/liter “.
“ Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak menteri Perdagangan, kita rajin komunikasi dan beliau sudah turun ke Jawa Timur dan pak Dirjen pun 5 hari di Jatim dan setelah pulang, 3 eselon III masih di standby-kan di Jawa Timur. Ini ikhtiar menteri Perdagangan “ Tutup Khofifah Indar Parawansa.
Kunjungan Gubernur Khofifah Indar Parawan yang semula rencana dilanjutkan ke Kecamatan yang menjadi sentra produksi batik di Bangkalan, dengan beberapa pertimbangan, akhirnya dibatalkan. (Ysn).






