Disparpora Kabupaten Madiun Orkestrasi Caruban Night Solidarity 2026, Manajemen Multi-Sektor Pacu Kebangkitan Ekonomi Kreatif

MADIUN || Radarjatim.co~Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun menunjukkan kapabilitasnya sebagai leading sector industri kreatif. Di bawah kepemimpinan Puji Rahmawati, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Dinas, Disparpora sukses mengorkestrasi gelaran Caruban Night Solidarity 2026 pada Sabtu (22/8/2026). Melalui manajemen waktu yang taktis dan terukur, seluruh rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Disparpora berhasil mengawal dinamika acara yang sarat nilai budaya ini hingga mencapai puncak kemeriahan pada malam hari.

Event strategis ini didesain tidak sekadar sebagai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan juga sebagai manifestasi rekonstruksi sosial dan pemulihan ekonomi pascabencana. Sebagai arsitek utama acara, Disparpora sukses memobilisasi modal sosial daerah secara masif dengan melibatkan 47 kontingen lintas sektor. Integrasi birokrasi vertikal pun terlihat kuat melalui partisipasi aktif berbagai instansi, seperti Dinas Sosial (Dinsos), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkop-UM), hingga delegasi representatif dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa narasi utama yang diusung dalam parade ini adalah universalitas kemanusiaan. Menurutnya, respons kolektif terhadap bencana harus diwujudkan dalam aksi nyata yang inklusif.

“Di samping mengonstruksi semangat patriotisme HUT RI ke-81, momentum yang diinisiasi oleh Disparpora ini menjadi refleksi penguatan solidaritas kebangsaan kita. Fokus empati kita hari ini didedikasikan untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang menghadapi eskalasi bencana alam,” tutur Hari Wuryanto. Ia juga mengajak publik Kabupaten Madiun untuk mengonversi simpati menjadi kontribusi nyata demi meringankan beban sesama.

Baca Juga :  Pilkada Kota Madiun Muncul Pasangan Ketiga,Inda Raya Maju AE 1

Lebih jauh, visi Disparpora dalam merancang Caruban Night Solidarity ini berorientasi pada hilirisasi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis komunitas. Strategi tersebut diproyeksikan mampu memicu multiplier effect bagi perekonomian domestik secara simultan melalui aktivasi ruang publik dari sore hingga malam hari. Sektor informal seperti pelaku UMKM, pedagang kaki lima, kolektif seni, dan pelaku industri kreatif diposisikan sebagai penerima manfaat langsung (beneficiaries) dari perputaran ekonomi di sepanjang jalur eksibisi.

“Kami memproyeksikan Caruban Night Solidarity tidak sekadar menjadi hiburan musiman, melainkan bertransformasi menjadi agenda tahunan tetap (annual event) serta ikon diplomasi budaya dan pariwisata Kabupaten Madiun di kancah nasional,” tambah Bupati Madiun.

Artikulasi budaya bernilai tinggi mengawali prosesi acara melalui kirab jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun menuju panggung kehormatan. Secara simbolis, Bupati Madiun menyerahkan tongkat Mbah Palang kepada tokoh adat setempat. Prosesi kuratorial ini merupakan bentuk legitimasi dan pelestarian terhadap kesenian Dongkrek, sebuah Warisan Budaya Takbenda (WBTb) khas Kabupaten Madiun yang merefleksikan nilai-nilai proteksi dan harmoni sosial. Fragmen teatrikal Dongkrek kemudian mengawal iring-iringan, membuka ruang bagi 47 kontingen untuk unjuk kreativitas di hadapan publik.

Baca Juga :  DPC Partai PPP Lamongan Buka Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Tahun 2024

Menutup rangkaian acara, Hari Wuryanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Disparpora Kabupaten Madiun atas dedikasi dan kinerja progresifnya dalam mengeksekusi manajemen acara yang inklusif, aman, dan tertata rapi sejak sore hari.

“Esensi dari dinamika hari ini adalah manifestasi persatuan. Terima kasih kepada Disparpora, seluruh kontingen, dan masyarakat luas. Semoga ketertiban dan kegembiraan yang hadir malam ini mampu memperkokoh kohesi sosial kita sebagai satu bangsa,” pungkasnya.

(Edi) ka biro)