Madiun ||–Radarjatim.co Di tengah tantangan sektor peternakan yang dinamis, BUMDes “Gerbang Rahayu Mukti” Desa Randualas menunjukkan integritas tinggi dalam mengelola program Ketahanan Pangan (Ketapang). Mengandalkan alokasi Dana Desa senilai Rp333 juta, lembaga yang dipimpin oleh Yudha Bakti ini telah mengerahkan upaya maksimal dalam menjalankan unit usaha budidaya perbuntingan 100 ekor kambing.
Program ini sejatinya mencatatkan prestasi teknis yang luar biasa. Berkat pengawasan ketat dan dedikasi tim di lapangan, tingkat keberhasilan perbuntingan mencapai angka fantastis, yakni 95 persen. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kompetensi BUMDes Randualas “Gerbang Rahayu Mukti” dalam aspek reproduksi ternak, sebuah hasil yang jarang dicapai dalam skala budidaya serupa.
NAMUN, sebagaimana dinamika dunia usaha, tantangan besar muncul pada fase penggemukan dan kesehatan. Ketua BUMDes, Yudha Bakti, menegaskan bahwa seluruh prosedur standar operasional (SOP) telah dijalankan secara optimal.
“Kami telah memberikan upaya terbaik, mulai dari pembangunan fasilitas kandang yang representatif hingga melibatkan tim medis dari dokter hewan untuk memastikan kesehatan ternak. Segala bentuk penanganan darurat telah kami tempuh demi menyelamatkan aset desa,” ujar Yudha dengan penuh tanggung jawab.
Meski demikian, kendala pada formulasi pakan fermentasi yang belum sempurna serta adanya serangan penyakit yang menyebabkan kematian beberapa ekor kambing memicu beban biaya operasional yang tinggi. Hal ini berdampak pada hasil panen yang secara finansial belum mencapai target keuntungan pada periode ini.
Sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat, pasca-penjualan sisa panen pada 20 April 2026, manajemen BUMDes Randualas “Gerbang Rahayu Mukti” mengambil keputusan strategis untuk melakukan evaluasi total. Program untuk sementara ditangguhkan (pending) sebagai langkah bijak guna memitigasi risiko lebih lanjut.
“Kegagalan dalam satu periode panen adalah bagian dari proses belajar. Namun, transparansi dan kejujuran dalam melaporkan kondisi lapangan adalah prioritas utama kami sebagai pengelola amanah warga. Kami akan segera membawa hasil evaluasi ini ke forum musyawarah desa untuk menentukan langkah inovatif berikutnya bagi pemanfaatan sisa modal yang ada,” tambah Yudha.
Langkah berani BUMDes Randualas “Gerbang Rahayu Mukti” untuk mengevaluasi diri secara terbuka justru semakin memperkuat nama baik lembaga sebagai organisasi yang profesional, jujur, dan tetap gigih memperjuangkan kemandirian ekonomi desa di masa depan.
(Edi)






