MANA KEPEDULIAN PEMKAB GRESIK, PULAU BAWEAN BUTUH SPBU TERAPUNG

Oleh: Sugriyanto

     Gresik |` RADARJATIM.CO ~ Di saat kondisi darurat laut dalam waktu tertentu perlu kiranya pemerintah mengatasi kelangkaan BBM di Pulau Bawean. Program smart yang pernah diluncurkan ke Pulau Bawean yakni kapal penjelajah laut Nusantara dengan menghadirkan Rumah Sakit terapung dengan segala keperluan alat medis dan tenaga medis dan paramedisnya. Bahkan, Bupati Gresik Gus Yani menghadirkan Ambulance Laut untuk mengatasi kondisi darurat laut di saat pasien dari Pulau Gili untuk segera sampai ke daratan Pulau Bawean dirujuk menuju RSUD Umar Mas’ud Sangkapura .

Kebutuhan akan BBM (Bahan Bakar Minyak) dari dua jenis pertalite untuk kendaraan para pelajar dan pegawai kantoran pada khususnya dan masyarakat pengguna kendaraan bermotor pada umumnya tidak bisa ditunda lagi. Termasuk kebutuhan biosolar para nelayan pinggir-pinggir pantai sebagai sarana mata pencaharian mereka juga tak bisa ditunda. Akibatnya, bila kedua jenis BBM tersebut harus menunggu datangnya kapal tanker pemuat BBM yang juga tak kuasa untuk mengatasi kelangkaan BBM karena cuaca extrem perlu kiranya pemerintah menghadirkan SPBU TERAPUNG dari kapal Angkatan Laut yang tangguh menghadapi cuaca laut tahunan di perairan laut Jawa, tepatnya di Pulau Bawean.

Kehadiran SPBU TERAPUNG ini bukan bermaksud menganeksasi atau mencaplok dari usaha AMPS melainkan sifatnya darurat laut selama musim barat tiba. Secara undang-undang pun tidak melanggar karena setiap kebutuhan yang menyangkut kebutuhan hajat hidup orang banyak tetap harus dikuasai negara lewat koordinasi pihak terkait yang berwenang dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi. Hal ini merupakan alternatif solusi dalam mengatasi kelangkaan BBM di Pulau Bawean di saat musim barat dengan cuaca benar-benar extrem. Orang cerdas dan bijaksana tentu akan mempertimbangkan kehadiran SPBU TERAPUNG dimaksud.

Baca Juga :  Polemik Sengketa Lahan, Ancam Siswa SDN Madulang-2 Putus Sekolah

Mungkin orang atau masyarakat akan bertanya bagaimana teknis pengisiannya? Di atas kapal perang atau kapal milik AL (Angkatan Laut) sudah terpasang piranti SPBU dengan selang atau alat literannya yang mampu menjangkau badan dermaga. Warga masyarakat Pulau Bawean bisa mengisi kendaraan bermotornya di dermaga milik PT. Pelindo Kecamatan Sangkapura dengan stok terbatas saja, agar tidak dianggap merecoki usaha dari APMS yang ada. Selama dianggap tidak merugi bagi kapal TNI AL dengan biaya operasionalnya dan tidak melampaui dari stok APMS Bawean akan menjadi harapan di masa akan datang di saat darurat laut terjadi. Jika harus mengandalkan kapal tanker pemuat BBM yang ada selama ini maka kelangkaan BBM di Pulau Bawean akan menjadi lagu lama penuh ratapan secara permanen. Hal ini pun sifatnya hanya kondisinal.

Pertimbangan lain, dermaga milik PT Pelindo ini sudah layak dan memadai untuk melayani pengisian BBM, baik kendaraan roda dua maupun roda empat sekalipun. Bila hal ini bisa terwujud maka warga Pulau Bawean sudah tidak akan merasa resah dan gelisah terhadap persediaan stok BBM tersebut. Bila perlu SPBU terapung ini bekerja sama dengan pengusaha setempat sebagai pemilik APMS yang ada dengan sistem simbiosis mutualisme. Pemerintah urun kapalnya sedangkan pengusaha APMS penyedia BBM nya. Hal ini dilakukan dalam kondisi darurat laut saja. Tentu hal ini tidak akan merugikan semua pihak dan warga merasa mendapat pelayanan prima dari pemerintah dan pihak swasta. Semoga semua pihak mau menerima dengan legah hati hadirnya SPBU TERAPUNG darurat laut tersebut. Katanya Rhoma Irama dalam titel lawasnya “Banyak Jalan Menuju Roma.” Analoginya “Banyak cara menyenangkan warga.” Khususnya warga Pulau Bawean.Semoga terwujud.