SUMENEP, RADARJATIM.CO – Menjelang akhir tahun 2021 Nasib kurang baik menimpa sebuah pulau terpencil di kawasan Desa Brakas Kecamatan Raas Sumenep Madura, yang mana hantaman ombak yang cukup dahsyat dengan berkekuatan -+ 2,3 meter menghancurleburkan tanggul ombak yang berukuran mini dan menjadi penyanggah hantaman air di kawasan pulau tersebut.
Hantaman dan terjangan ombak tersebut memakan korban 2 Kapal motor milik warga setempat (Aksan Riyadi 40 tahun ) dan Abdurrahman (53 tahun) dan beberapa bangunan pabrik es dan gudang ikan milik bapak arif ( 50 tahun) dan gudang ikan milik bapak H.syamsuni ( 63 tahun) di sepanjang pinggir pesisir polo Talango Aeng.
Beberapa warga dusun polo Talango Aeng pun bergotong royong untuk mengangkut puing- puing reruntuhan batu yang berserakan dan reruntuhan kapal yang juga menjadi korban hantaman ombak yang cukup dahsyat tersebut, Senin Desember 2021.
Di sela-sela kesibukan warga yang bahu-membahu menganggkut reruntuhan kapal dan tanggul ombak yang luluh lantak, bapak Rasol selaku warga setempat, mengharap agar para pemangku kebijakan memikirkan hal ini dan berharap agar pemerintah turun tangan untuk membantu menanggulangi bencana alam yang menimpa pulau terpencil ini, agar secepatnya di berikan bantuan, karena -+ 2 meter bibir pantai sudah mendekati perumahan warga.
“Jika hal ini secepatnya tidak ditanggapi dengan serius oleh para pemangku kebijakan maka besar kemungkinan perumahan warga akan jadi korban untuk berikutnya,”ucap rasol kepada awak media.
Hal senadapun datang dari salah satu aktivis muda asal Desa Brakas Mas’awi Rois, agar pemerintah lebih serius lagi dalam menanggulangi dan membantu fenomena alam yang sepanjang tahun menerpa pulau terpencil ini.
Pemerintah dan BNPB (BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ) harus turun tangan secara langsung agar bisa memberikan solosi yang terbaik dan penanganan yang serius agar fenomena abrasi dsbg seperti ini tidak berkelanjutan setiap tahunnya,” ujar Mas’awi.
“Masih Mas’awi melanjutkan, masyarakat seringkali dibuat resah trauma dan gelisah oleh adanya abrasi pantai yang setiap tahun turun temurun mengikis tanah dan pemukiman warga.
Bahkan sekarang sepanjang 800 Meter pinggir pesisir pantai indah tersebut hancur lebur, gudang ikan dan pabrik es pun jadi korban hantaman ombak yang cukup besar tersebut. Dan ironinya lagi jika ombak tersebut menghantam kantor PLTD (PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL) karena dari bibir pantai sudah mendekati -+ 3 Meteran ke lokasi PLTD, dan hal ini harus segera ditanggulangi agar kenyamanan listrik untuk masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya.
(Rois)






