Gresik || Radarjatim.co – Banjir Luapan Sungai Lamong Rendam Sejumlah Desa di Benjeng, berdasarkan laporan tim lapangan “Benjeng Prima” Yang dipimpin Budi Sutrisno menyampaikan jika Intensitas hujan yang tinggi terjadi pada Kamis (8/Januari/2026) yang menyebabkan Sungai Lamong kembali meluap pada Jumat 9/Februari hingga Sabtu 10/Januari/2026.
Luapan air menggenangi jalan poros desa pemukiman dan persawahan, berdasarkan pantauan terkini hingga pukul 12.00 WIB, luapan air mulai merendam pemukiman dan lahan pertanian di wilayah Kecamatan Benjeng dengan tren air yang dilaporkan masih terus meningkat, sementara saat ini cuaca mendung dan hujan gerimis
Merespon kondisi tersebut, Camat Benjeng menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bergerak sigap dalam merespon bencana banjir ini. Camat menegaskan agar petugas di lapangan segera mengambil tindakan darurat yang dianggap perlu guna menjamin keselamatan warga dan meminimalisir dampak kerugian.
Pantauan di lokasi menunjukkan tim yang dipimpin oleh Sekcam Benjeng, Sudarmanto, S.Sos., langsung turun ke lapangan untuk memimpin aksi penanganan. Sementara itu, sejumlah petugas juga tampak bersiaga penuh di Posko Banjir Kecamatan Benjeng guna memantau perkembangan debit air dan evakuasi bila dianggap perlu serta koordinasi dengan perangkat desa sehubungan dengan perihal diatas .
Kronologi dan Dampak Wilayah
Banjir terpantau menggenangi enam desa dengan rincian dampak sebagai berikut:
Desa Sedapurklagen: Air mencapai ketinggian 5-30 cm, merendam 2.000 meter jalan lingkungan, 40 rumah warga, serta 40 hektar area pertanian. Fasilitas umum seperti SDN, TK, Kober, Pustu, dan Balai Desa juga terdampak.
Desa Deliksumber: Ketinggian air berkisar 20-30 cm, merendam jalan poros desa sepanjang 600 meter dan 60 rumah warga.
Desa Munggugianti: Dampak cukup luas dengan 150 rumah terendam dan 80 hektar lahan pertanian terdampak. Jalan raya utama juga tergenang sepanjang 400 meter.
Desa Kedungrukem: Ketinggian air mencapai titik tertinggi hingga 60 cm. Sebanyak 150 rumah warga dan akses jalan raya sepanjang 200 meter terendam air.
Desa Lundo: Ketinggian air 30-40 cm, merendam 420 meter jalan lingkungan dan 24 hektar sawah.
Desa Bulurejo: Air setinggi 20-30 cm merendam jalan lingkungan sepanjang 250 meter.
Korban Jiwa dan Upaya Penanganan
Hingga saat ini, korban jiwa dinyatakan NIHIL. Pemerintah Kecamatan terus melakukan upaya intensif, di antaranya:
Koordinasi Lintas Sektor: Bersama dinas terkait memastikan penanganan berjalan sinkron.
Monitoring dan Evaluasi: Meninjau langsung lokasi terdampak untuk mendata warga yang membutuhkan evakuasi.
Pelaporan Cepat: Melaporkan seluruh perkembangan secara berkala kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.
Warga dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan mengingat trend air masih terus naik.
(Ahmad Rois) .






