MADIUN |`Radarjatim.co ~ Menjadi wakil rakyat bukanlah soal tahta atau kursi empuk di parlemen. Bagi Legislator Kota Madiun Dari Partai Golkar Bp EKO WIBOWO Sekertaris Komisi 1 Dprd Kota Madiun, jabatan adalah amanah untuk menjadi perpanjangan tangan bagi mereka yang membutuhkan.

Memasuki Januari 2026, komitmen ini kian nyata melalui rangkaian program sosial mandiri yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga.
PENDIDIKAN:
Memutus Rantai Keterbatasan
Salah satu program yang menjadi primadona adalah layanan bimbingan belajar (les) gratis bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP.
Di tengah tingginya biaya pendidikan tambahan, inisiatif ini hadir sebagai oase.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Saya ingin anak-anak di Kota Madiun memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi, tanpa terkendala biaya,” tegas legislator tersebut saat memantau langsung proses belajar-mengajar.
KEMANUSIAAN:
Hadir di Saat Tersulit
Kepedulian sang anggota dewan melampaui batas ruang kelas. Bagi keluarga yang tengah dirundung duka, ia hadir memberikan santunan kematian serta nisan gratis—sebuah bantuan sederhana namun sangat berarti bagi warga yang sedang terpukul secara moril maupun materiil.
Tak berhenti di situ, kepedulian juga menyasar warga yang sedang berjuang melawan sakit. Lewat santunan kesehatan, bantuan disalurkan langsung untuk meringankan biaya operasional dan kebutuhan mendesak selama masa pemulihan, memastikan bahwa tidak ada warga yang merasa berjuang sendirian.
GOTONG ROYONG:
Menjaga Tradisi dan Silaturahmi
Meski sibuk dengan urusan legislasi, setiap akhir pekan ia tetap meluangkan waktu untuk turun ke lapangan. Memimpin aksi gotong royong, membersihkan saluran air, hingga membenahi fasilitas umum dilakukan bahu-membahu bersama warga. Atmosfer “guyub rukun” ini mempertegas komitmennya dalam menjaga lingkungan Kota Pendekar agar tetap asri dan nyaman.
TULUS DARI HATI, MURNI DARI PRIBADI
Menariknya, seluruh rangkaian program ini lahir dari dana pribadi, sebuah bukti nyata pengabdian yang melampaui tugas formal kedewanan. Baginya, kebahagiaan warga adalah prioritas utama.
“Selama kita mampu berbuat baik dan membantu rakyat, kenapa tidak? Ini murni tentang rasa kemanusiaan,” pungkasnya dengan rendah hati.
Sebagai kontrol sosial tak luput beliau juga aktif di media sosial tiktok,bukan pamer bukan mencari pencitraan tetapi sebagai kontrol sosial masyarakat” imbuhnya
Aksi nyata ini menjadi tamparan positif bahwa kehadiran wakil rakyat seharusnya tidak hanya terasa saat musim kampanye. Ia membuktikan bahwa sinergi antara wakil rakyat dan warga adalah kunci utama dalam membangun Kota Madiun yang lebih sejahtera dan bermartabat.
(Edi/ka biro)






