Foto:Pom Mini di Kecamatan Bungah depan proyek dranaise terlihat tutup, karena pasokan BBM Jenis Pertalite masih langka di pasaran, sementara harga Pertamax harganya masih mahal
Gresik | www.radarjatim.co~Beberapa minggu ini ditemukan hampir tiga mingguan, para pengecer BBM Jenis Pertalite gelisah, karena BBM Pertalite langka di Pasaran, termasuk di Pom Bensin (SPBU). Setidaknya para pengecer BBM di Kecamatan Manyar, Bungah, Dukun, dan Sidayu mulai gelisah karena kelangkaan ataupun terbatasnya BBM Jenis Pertalite, sehingga yang ada di beberapa SPBU sekitar mereka, hanya menjual Pertamax serta ada prosedur yang harus dilalui, agar para Pengecer BBM bisa membeli Pertamax dan atau Pertalite.
Seorang Pengecer BBM pinggir jalan di Kecamatan Dukun bernama Riris menyampaikan “BBM Jenis Pertalite sudah hampir 3 minggu ini langka di pasaran, serta di Pom Bensin juga sempat gak ada pak. Baru kemarin saya minta dibelikan Pertalite ke Pom Bensin, saya titip teman pak dan bisa dikirim 2 drum besar ya sekitar hampir 200 liter dengan harga per drum Rp. 520.000, sehingga saya bayar Rp. 1.040.000. Sebelumnya saya sulit dapat dan saya juga titip perpanjangan ngurus Kartu Anggota untuk dapat BBM Pertalite, daftar bayar Rp. 50 ribu, serta ngurus Kartu Anggota ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)” (10/09/2021).
Sementara seorang Pengecer BBM yang memiliki Pom Mini di Sidayu bernama Dodik menyampaikan “Saya kemarin hampir gak dapat pertalite pak, biasanya mudah dapat jadi cepet – cepetan sama pengecer lain, kalau tidak ya gak dapat Pertalite hanya bisa beli Pertamax. Kalau Pertalite 1 liter dijual Rp. 10.000, kalau BBM Jenis Pertamax dijual Rp. 12.000 atau Rp. 12.500/liter pak. Saya disuruh juga sama teman, untuk ngurus Kartu Anggota agar bisa kulakan Pertalite ke DKP Kabupaten Gresik dengan biaya Rp. 50 ribu, ya kalau tahu gini harus ngurus Kartu Anggota/Pengecer saya bayar Rp. 200 ribu gak apa – apa, daripada saya gak bisa jualan BBM Pertalite” (10/09/2021).
Saat awak media ke Kantor DKP Kabupaten Gresik, bertemu seorang pegawai perempuan dan menyampaikan “Pimpinan tidak ada di kantor pak, kalau mau ketemu buat janjian dulu saja dan bila bapak punya nomor hp beliau bisa hubungi saja nanti. Kalau terkait Kartu Anggota bagi Pengecer BBM Jenis Pertalite atau Premium, memang sudah ada aturannya pak sehingga hanya para Nelayan dan atau Kelompok Tani yang punya Kartu Anggota boleh membeli BBM Premium/Bensin dan atau Pertalite Terkait biaya administratifnya sudah ada aturan dan wajib dalam Kelompok Tani atau Gapoktan maupun Kelompok Nelayan pak. Maaf bapak silahkan buat janjian saja ke pimpinan, agar lebih jelas” (10/09/2021).
Beberapa minggu ini memang para Pengecer BBM Jenis Pertalite gelisah karena kelangkaan Pertalite, sementara BBM Premium sudah tidak terlihat lagi di pasaran atau di para pengecer maupun di Pertamini atau Pom Mini. Pernah sebelumnya terjadi kelangkaan BBM beberapa bulan lalu, hal itu terjadi di beberapa SPBU di Kecamatan Duduksampeyan dan Kecamatan Cerme, bahkan di Kecamatan Manyar ada SPBU yang tutup, karena pasokan BBM sempat terhenti. Kelangkaan BBM beberapa bulan lalu terjadi, karena Kilang Minyak Balongan di Indramayu terbakar. Sementara SPBU milik Perusahaan Asing atau Non Pertamina tetap buka, seperti di AKR dan Shell.
(Harsus)






