MAGETAN||Radarjatim.co~ Dalam rangka menjaga produktivitas tanaman padi serta mencegah meluasnya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Dinas TPHP Kabupaten Magetan melaksanakan kegiatan pengamatan keliling pada Selasa, 23 Juni 2026 di lahan pertanaman padi milik Kelompok Tani Setia Tani, Desa Kerik, Kecamatan Takeran.
Pengamatan dilakukan pada hamparan seluas 15 hektare dengan kondisi tanaman padi varietas Si Mbok berumur 80 Hari Setelah Tanam (HST). Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, ditemukan adanya serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) dengan intensitas mencapai 8,51% dan populasi 63 ekor per 10 rumpun, yang terdiri atas 45 ekor nimfa, 15 ekor dewasa bersayap pendek (brachypterous), dan 3 ekor dewasa bersayap panjang (macropterous).
Selain WBC, petugas juga menemukan gejala penyakit Cercospora dengan intensitas 2,22% serta hawar daun bakteri (Xanthomonas) sebesar 3,7%. Sementara itu, hasil pengamatan terhadap musuh alami menunjukkan belum ditemukannya populasi laba-laba, Paederus maupun Coccinellidae, sehingga keseimbangan hayati di lahan tersebut masih tergolong rendah.
Dari hasil identifikasi di lapangan, luas serangan WBC tercatat sekitar 0,28 hektare, sedangkan areal yang masuk kategori waspada mencapai 12 hektare. Kondisi ini memerlukan perhatian serius agar perkembangan populasi WBC tidak semakin meluas dan menyebabkan kerugian hasil panen.
Sebagai tindak lanjut, Dinas TPHP Kabupaten Magetan merekomendasikan agar petani segera melakukan aplikasi insektisida berbahan aktif yang sesuai, seperti Manuver atau Bassa, pada pusat serangan untuk menekan populasi WBC. Pada areal waspada disarankan menggunakan agen hayati Beauveria bassiana (Aph Beauveria bassiana/BC) sebagai upaya pengendalian yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, petani diimbau untuk melakukan pengamatan secara berkala guna memantau perkembangan populasi hama dan menentukan langkah pengendalian yang tepat sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Melalui kegiatan pengamatan rutin ini, Dinas TPHP Kabupaten Magetan terus berkomitmen memberikan pendampingan kepada petani dalam mendeteksi dini serangan OPT sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif. Diharapkan dengan sinergi antara petugas dan petani, produktivitas tanaman padi tetap terjaga serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Magetan.
(Edi)






