Gresik {radarjatim.co ~ Pembangunan Pagar Tembok Makam di Dusun Pateken Barat depan Mapolsek Sangkapura menuai protes dari pengguna jalan. Pembangunan desa yang dilakukan oleh PEMDES Kotakusuma Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik Jawa Timur dari Bantuan Khusus Keuangan (PAPBD) Kabupaten Gresik Tahun 2021 sebesar Rp.100 Juta ini perlu dievaluasi kembali, terutama kenyamanan jalan yang tidak kembali seperti sedia kala sebelum dinding tembok makam itu dibangun. Dinding tembok makam dengan Volume panjang 36 meter itu menuai protes dari banyak warga, khususnya pengguna jalan yang merasakan bahwa Sepanjang Jalan Nagasari Dusun Pateken Desa Kotakusuma di depan Mapolsek Sangkapura hingga sampai samping Kantor Navigasi Distrik II Surabaya Wilayah Bawean mengalami becek dan licin.
Nur Cholis, Kepala Desa Kotakusuma menjelaskan bahwa awalnya tanah hasil galian pembangunan pagar makam sudah diambil dan dipindahkan ke beberapa tempat, namun sebagian ada yang digeletakkan di bahu jalan sebelah kiri dan kanan dengan tujuan untuk menutupi bahu jalan yang berlobang (20/12/2021)
“Namun di luar dugaan tanah dari hasil galian tersebut di waktu hujan turun justru mengalir ke badan jalan yang berakibat jalan pada akhirnya menjadi becek dan sedikit licin. Kondisi ini sangat menganggu aktivitas para pengguna jalan sepanjang jalan Nagasari yang berada di dusun Pateken Desa Kotakusuma”, ungkapnya
Kades Cholis, sapaan akrabnya menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan bagian UPTD. Pekerjaan Umum Wilayah Bawean untuk meminta ma’af dan akan membersihkan jalan tersebut, cetusnya.
Ansari Lubis, S. Pd., Membenarkan bahwa sepanjang Jalan Nagasari di depan Mapolsek Sangkapura hingga kantor Navigasi mengalami becek karena tanah galian dari Pembangunan Pagar Makam yang dilaksanakan oleh PEMDES Kotakusuma meluber ke jalan terbawa oleh air hujan.
“Pihak Pemerintah Desa Kotakusuma melalui Kepala Desa, Nur Cholis yang ketepatan lagi di luar Pulau Bawean saat berita ini dirilis sudah mengintruksikan kepada aparatur Desa Kotakusuma melalui via telepon seluler untuk segera membersihkan tanah yang menghampar di badan jalan. Tanah liat yang terbawa oleh air hujan itu segera dibersihkan, termasuk sisa-sisa tanah galian yang masih menumpuk di lokasi pagar makam tersebut. Tadi siang pihak Bina Marga Unit Reaksi Cepat (URC) wilayah Bawean mengerakkan tenaga harian lepas (THL) untuk langsung membersihkan tumpukan tanah bekas galian yang mengonggok di jalan tersebut. Penyelesaian kerja cepat memindahkan tanah tersebut guna memberikan kenyamanan dan keselamatan untuk para pengguna jalan”, tegas Ansari Lubis, Jum’at (18/2/2022)
Fairi ~ Rj






