Site icon Radar Jatim

Menopang UMKM Ikan Asap Kenjeran dengan Inovasi, Manajemen dan Legalitas

RADARJATIM.CO ~ Kelurahan Kenjeran di Kecamatan Bulak, Surabaya, bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata pantai, tetapi juga sebagai sentra ikan asap terbesar di Jawa Timur. Setidaknya terdapat 29 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi lebih dari 37 ton ikan asap setiap bulan, mengolah ikan manyung, pari, tenggiri, hingga bandeng. Dengan rata-rata pendapatan pelaku usaha Rp4,16 juta per bulan, industri ini menjadi sandaran ekonomi masyarakat pesisir serta membuka banyak lapangan pekerjaan. Namun, realita di lapangan menunjukkan beragam tantangan yang masih menghambat geliat usaha ikan asap Kenjeran. Proses produksi masih serba manual, masa simpan maksimal hanya 1–2 hari akibat teknik pengasapan konvensional dan kemasan sederhana. Masalah pengelolaan stok pun menjadi perhatian: tanpa sistem FIFO (First-In-First-Out) dan penyimpanan dingin memadai, produk yang tidak laku terpaksa dibuang sehingga merugikan pelaku usaha.

Tidak hanya dari sisi produksi, pengelolaan manajemen usaha masih belum optimal. Banyak UMKM yang belum menerapkan pencatatan keuangan yang rapi, pemasaran dilakukan secara tradisional, dan legalitas usaha seperti sertifikasi PIRT masih minim. Akibatnya, jangkauan pasar sangat terbatas dan margin keuntungan pun rendah. Untuk merespons tantangan ini, pengabdian masyarakat (pengmas) oleh perguruan tinggi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Prodi Manajemen yang diketuai oleh Firly Irhamni, S.IP., M.M. Kegiatan yang didukung oleh BIMA Kemendiktisaintek menawarkan sejumlah solusi strategis yang terbukti membuahkan hasil. Lokakarya dan pelatihan difokuskan pada peningkatan efisiensi dan higienitas proses pengasapan, teknik pengemasan modern untuk memperpanjang umur simpan, serta edukasi pengelolaan keuangan usaha. Pelatihan pemasaran digital serta pendampingan pengurusan legalitas produk seperti PIRT juga menjadi perhatian utama.

Upaya ini didukung kolaborasi intensif dengan pelaku industri kreatif dan pemasaran digital. Praktisi langsung terjun untuk mentoring branding, storytelling, dan tren pasar sehingga produk ikan asap Kenjeran semakin berdaya saing di tengah dinamika ekonomi kreatif dan digital. Salah satu temuan utama adalah kebutuhan cold storage untuk menjaga stok saat panen berlimpah serta sistem administrasi sederhana untuk manajemen stok dan keuangan. Intervensi pengmas yang berbasis praktik dan kolaborasi membuktikan bahwa UMKM ikan asap Kenjeran punya peluang besar naik kelas bila mendapat penguatan pada aspek proses produksi, tata kelola usaha, pemasaran, dan legalitas. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bukan hanya memperbaiki proses bisnis dan kualitas produk, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi biru lokal yang inklusif. Dengan langkah strategis yang berkesinambungan, sentra ikan asap Kenjeran diyakini dapat menjadi contoh sukses UMKM pesisir yang resilien dan berdaya saing tinggi di tingkat lokal maupun nasional.

Tahapan awal program ini dimulai pada bulan Juli 2025, yang meliputi kegiatan sosialisasi, pelatihan materi, serta pelatihan teknologi. Pada tahap sosialisasi, anggota kelompok diperkenalkan pada materi meliputi anggaran aplikasi, NIB, serta PIRT sebagai langkah strategis untuk mengatur keuangan dan perizinan usaha. Pelatihan materi juga difokuskan pada pengenalan konsep pemasaran digital, dimana kelompok diajarkan bagaimana memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial untuk meningkatkan visibilitas produk mereka. Selain itu, pelatihan teknologi difokuskan pada proses pengelolaan produk, mulai dari pencatatan stok, pembuatan konten pemasaran, hingga penggunaan teknologi berbagai mesin untuk mempermudah pemasaran produk secara luas. Selain itu, proses legalisasi produk seperti PIRT dan Sertifikasi Halal dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi standar kehalalan yang semakin dibutuhkan dalam pemasaran produk makanan, baik di pasar lokal maupun nasional.

Mahasiswa dan akademisi juga aktif terlibat dalam memberikan pendampingan kepada UMKM ikan asap Kenjeran, khususnya dalam hal pengembangan media promosi digital dan kampanye konsumsi ikan lokal untuk meningkatkan awareness masyarakat. Upaya ini mendorong pelaku usaha agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pemasaran yang efektif. Pendampingan ini sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi produk lokal yang sehat dan bergizi, serta ikut memberdayakan perekonomian nelayan dan pelaku usaha lokal.

Secara keseluruhan, pelatihan dan pendampingan aspek legalitas di sentra ikan asap

Exit mobile version