Gresik {radarjatim.co~ M. Azman (22), Remaja asal Dusun Sawahluar Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura yang hidupnya seorang diri dari keluarga biasa menderita penyakit usus buntu. Usai menjalani operasi beberapa bulan lalu belum ada tanda-tanda kesembuhan. Sejak lama ibunya sudah tiada dan ayahnya berada di luar negeri yakni tinggal di Malaysia.
Berawal dari pengaduan salah satu warga Dusun Sawahluar yang berinisial (T), melaporkan kepada wartawan radarjatim.co bahwa M. Azman memerlukan bantuan dan perawatan yang layak dari pihak kesehatan yang berada di Kecamatan Sangkapura. Setelah dilakukan operasi pengalihan usus di salah satu rumah sakit yang berada di Gresik, kini Azman hanya bisa pasrah berbaring di tempat tidur rumahnya di Bawean. M.Azman tidak pernah diperiksa oleh tenaga kesehatan, ungkap informan berinisial (T) tersebut.
M. Azman (22) di saat didatangi ke rumahnya di Dusun Sawahluar Desa Kotakusuma kecamatan Sangkapura sekitar Pukul 08:30 WIB menuturkan bahwa dirinya pernah dibawa ke daratan Gresik untuk pemeriksaan sekaligus perawatan. Waktu dibawa layar ke Jawa, Azman pernah dirawat inap di RS. Muhammadiyah Gresik dan akhirnya dirujuk ke RSUD. Ibnu Sina Bunder sekitar bulan Desember 2021 untuk dilakukan operasi.
Menurut Azman dirinya berobat dengan mengunakan BPJS dan menerima bantuan dari masyarakat dan Pemerintah Desa Kotakusuma melalui Karang Taruna Dusun Sawahluar. Selama di Gresik uang dari bantuan tersebut digunakan untuk keperluan hidup dan keperluan lainnya. Sesampainya di Bawean dirinya dirawat oleh Pamannya yang berada di Dusun Daun dan pada akhirnya Azman pergi ke rumahnya sendiri di Dusun Sawahluar seorang diri belum sebulan lamanya. Hal ini dilakukan olehnya karena Azman merasa tidak enak dan selama berada di Dusun Sawahluar dirinya melakukan pergantian perban bekas kotoran (feses) yang keluar dari lobang perut bekas dioperasi dengan sendiri. Sambil melepas perban di saat membersihkan faces, Azman berseruh seorang diri sambil menahan rasa sakit, ungkapnya.
Di saat diklarifikasi terkait masalah ini ke Kepala Desa Kotakusuma, Nur Cholis menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa sudah memberikan bantuan dan akan menginstruksikan kepada kepala dusun setempat untuk melihat kondisi Azman. Kasun segera melaporkan ke pihak tenaga kesehatan yang ada di desa guna berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sangkapura untuk segera membawa pasien atas nama Azman ke RSUD. Umar Mas’ud Sangkapura, ujarnya.
Ahmad Abdul Ghani, selaku tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Wilayah Sangkapura langsung merespon dengan cepat setelah mengetahui ada salah satu warga yang memerlukan bantuan. Lewat Dinas Sosial Pemkab Gresik dirinya tetap mengawal walaupun pasien tersebut menggunakan BPJS.
“Ghani, panggilan akrabnya menuturkan lebih lanjut bahwa ketua Margo Laras Pati Jawa Tengah, Ibu Jiwa Ningsi memberikan bantuan uang pribadi untuk Azman (pasien) melalui pihaknya, ungkap Ghani.
“Bersama Kepala Dusun Sawahluar dan tenaga kesehatan dari puskesmas Sangkapura akhirnya Azman dibawa ke RSUD. Umar Mas’ud Sangkapura Pukul 11:00 WIB untuk mendapatkan perawatan yang lebih maksimal untuk pemulihan kesehatannya. Rencananya pada bulan April 2022 mendatang, Azman akan melakukan kontrol lagi di RSUD. Ibnu Sina Bunder Gresik, Jum’at (18/3/2022)
Fairi ~ Rj
