Suasana Pasar Tradisional Campurejo, Sabtu (20/12/2025). Sumber Foto: Liiza.
Gresik || RADARJATIM.CO – Suasana Pasar Tradisional Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, tak lagi seramai dulu. Sejak beberapa waktu terakhir, sejumlah pedagang mengeluhkan berkurangnya jumlah pembeli yang datang ke pasar. Lapak-lapak yang biasanya ramai pada pagi hari kini lebih sering terlihat lengang.
Perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut. Kehadiran marketplace dan tren belanja online dinilai telah menggeser kebiasaan warga yang sebelumnya lebih memilih berbelanja langsung di pasar tradisional.
Salah satu pedagang di Pasar Campurejo mengungkapkan bahwa penurunan pembeli sangat terasa, terutama pada hari-hari biasa. Jika sebelumnya pasar ramai sejak pagi,
kini pembeli datang tidak menentu.
“Sekarang pembeli jauh berkurang dari tahun-tahun kemarin. Banyak yang bilang lebih praktis belanja lewat online,” ujar Ahmad (pedagang sepatu), Sabtu (20/12/2025).
Kondisi seperti ini berpengaruh pada pendapatan pedagang. Beberapa di antaranya mengaku harus bertahan dengan penghasilan yang tidak menentu, bahkan terkadang
hanya cukup untuk menutup modal harian.
Meskipun demikian, sebagian pedagang tetap memilih bertahan. Pasar tradisional masih menjadi sumber penghidupan utama bagi mereka. Selain sebagai tempat transaksi ekonomi, pasar juga menjadi ruang interaksi sosial yang sulit tergantikan oleh sistem belanja daring.
“Kalau pasar sepi terus, kami bingung mau bagaimana. Tapi ya kami tetap bertahan, karena ini satu-satunya pekerjaan kami” kata pedagang lainnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan belanja online, keberadaan pasar tradisional seperti Pasar Campurejo menghadapi tantangan besar.
Para pedagang berharap adanya perhatian dari masyarakat agar pasar tradisional tetap
menjadi pilihan berbelanja, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pasar tradisional tidak hanya menawarkan barang, tetapi juga nilai kebersamaan dan kedekatan sosial antara penjual dan pembeli. Di tengah arus digitalisasi, keberlangsungan pasar rakyat menjadi tanggung jawab bersama agar tidak semakin terpinggirkan.
