Site icon Radar Jatim

Respon Ketua Pokja DPRD Surabaya lnyong Maulana terhadap Pengusiran Wartawan

Oplus_131072

Surabaya | radarjatim.co-:insiden pengusiran Wartawan saat meliput rapat dengar pendapat (hearing) di ruang komisi B DPRD Surabaya mendapat tanggapan tegas dari Ketua Pokja DPRD Surabaya yang tergabung dalam Jurnalis Dewan kota Surabaya (JUDES) Indonesia.

Sebagai Ketua Pokja Inyong mengatakan keberadaan jurnalis (Wartawan) di lingkup DPRD Surabaya dari berbagai media yang melakukan tugas liputan di DPRD Surabaya selama ini menjadi mitra kerja yang baik bagi semua fihak.

Patut disayangkan terjadinya pengusiran Wartawan saat meliput di komisi B DPRD Surabaya yang bisa membuat preseden buruk terhadap keterbukaan publik.

Menurut wartawan harian bangsa ini, Para wartawan yang tergabung dalam JUDES sudah dibekali dengan SOP dalam melaksanakan peliputan,mematuhi aturan di DPRD Surabaya termasuk bila ada rapat yang bersifat tertutup” pungkasnya.

Oleh karenanya sangat disayangkan jika benar terjadi pengusiran wartawan saat meliput rapat dengar pendapat berlangsung yang sebelumnya masih bersifat terbuka untuk umum.

Hal ini soal etika karna wartawan JUDES telah kami bekali cara cara soal peliputan di lingkup DPRD Surabaya,untuk berprilaku yang santun untuk menjaga kondusifitas semua fihak” ujarnya.

Inyong ketua Pokja JUDES meminta kepada unsur pimpinan DPRD Surabaya  untuk menjadikan atensi kejadian insiden pengusiran wartawan saat melakukan tugas peliputan agar kejadian pengusiran peliputan tidak terulang lagi,karna kalau dibiarkan akan menjadi presiden yang buruk.

( BSK)

Exit mobile version