Site icon Radar Jatim

Kadisdik Provinsi Jawa Timur Tinjau Langsung Sekolah Terdampak Gempa di Pulau Bawean

Gresik  | RADARJATIM.CO. ~ Genap sepekan gempa bumi yang mengguncang Bumi Bawean terhitung sejak 22 Maret 2024, kepala dinas pendidikan provinsi Jawa Timur beserta pihak terkait dan rombongan melakukan peninjauan langsung ke sekolah terdampak gempa di Bawean, tepatnya di SMAN 1 Sangkapura, Jumat tanggal 29 Maret 2024.

Beberapa sekolah, baik SMA maupun SMK se-Kecamatan Sangkapura di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mendapat perhatian berupa bantuan kemanusiaan.

Dok, Foto: atap SMAN 1 Sangkapura runtuh/ambruk dampak dari getaran gempa bumi di Pulau Bawean, Jum’at (23/3/2024)

Tiba di SMAN 1 Sangkapura, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur, DR. ARIES AGUNG PAEWAI S.STP., M.M. beserta pihak terkait langsung melihat kondisi ruang laboratorium komputer tempat tengah dihelatnya PSAJ (Penilaian Sumatif Akhir Jenjang) yang plafonnya runtuh berjatuhan menimpa lantai dan puluhan unit komputer yang ada. Berdasarkan pertimbangan sosial kemanusiaan dengan memperhatikan psikologis anak murid pelaksanaan PSAJ ditunda hingga menunggu situasi kondusif kembali. Namun demikian, panitia penyelenggara di SMAN 1 Sangkapura sudah siap kapan saja PSAJ hendak dilaksanakan pasca gempa yang sudah mencapai seminggu ini. Atas pertimbangan kehati-hatian dan kondisi yang ada, pihak sekolah tetap menunggu instruksi dari Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur untuk dilaksanakan kembali PSAJ.

Bapak Aris, sapaan akrabnya beserta pihak terkait dan rombongan tidak hanya melihat langsung kondisi laboratorium komputer tetapi juga secara maraton pula melihat seluruh ruang kelas yang kondisinya luluh lantak sekitar rata-rata mencapai 75% berdasarkan penjelasan Kepala SMAN 1 Sangkapura, Bapak Afandi, S.Pd. M.Pd. dalam kata sambutannya di lapangan sekolah. Dengan ucapan terbata-bata akibat kesedihan mendalam kepala sekolah berharap bantuan bisa terealisasi segera sehingga proses belajar-mengajar dapat berlangsung seperti sedia kala. Beliau menambahkan untaian ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur beserta rombongan yang telah sudih datang meninjau langsung kondisi sekolah dan anak-anak murid serta guru yang terdampak gempa. Di untaian pamungkasnya kepala SMAN 1 Sangkapura mengucapkan permohonan maaf atas sambutan dan penerimaan kunjungan tersebut yang amat sederhana ini

Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur merasa terketuk sanubarinya di saat melihat kondisi ruang kantor sekolah yang penuh dengan puing-puing reruntuhan. Hampir seluruh meja dan kursi guru di ruang kantor berantakan tertindih batangan beton atau bim bangunan dan asbes yang berjatuhan. Pihak sekolah membutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkan sisa-sisa reruntuhan yang boleh dibilang pekerjaan berat itu. Perasaan trauma terus bergelayut dalam ruang batin semua guru untuk menduduki kempali tempat kerjanya dengan kondisi kayu-kayu yang memang sudah banyak yang lapuk. Kekhawatiran itu cukup beralasan adanya kemunculan gempa susulan yang terus terjadi. Bahkan di saat kunjungan berlangsung gempa susulan pun terjadi dengan magnetudo yang sempat menggetarkan bumi Sawangaana di jalan Wiyatamandala nomor 10 Sangkapura.

Usai acara seremonial kunjungan Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur, secara simbolis beliau menyerahkan bantuan berupa logistik yakni sembako, terepal, dan selimut berdasarkan status korban ringan, sedang, dan berat berjumlah sekitar 167 paket bantuan yang diberikan kepada seluruh sekolah SMA dan SMK se-Kecamatan Sangkapura. DR. ARIES AGUNG PAEWAI S.STP., M.M. dalam sambutannya menyampaikan agar seluruh siswa dan sivitas terdampak gempa untuk tetap tabah dan bersabar dalam menghadapi ujian yang berat ini. Dengan nada penuh harap beliau berucap semoga gempa segera berlalu hingga kondisi bisa pulih kembali.

(Sugriyanto)

Exit mobile version