Site icon Radar Jatim

Bupati Gresik Gelar Pelepasan Ekspor Perdana Produk UMKM Bawean ke Manca Negara

Gresik { www.radarjatim.co ~ Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani melakukan terobosan baru dengan pelepasan Produk Unggulan UMKM Bawean ekspor ke Mancanegara yang didampingi Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budi K.

Pelepasan ini diigelar di Pendopo Kecamatan Sangkapura dengan dihadiri oleh Forkopincam Sangkapura dan Tambak, Kepala Desa Se Sangkapura, Anggota Dewan Daerah, Kepala Dinas Perikanan Gresik, Kepala BPN Gresik, Pelaku Usaha UMKM Bawean, Kepala Dagang Indonesia, Asosiasi Gading Emas, Tokoh Masyarakat dan Diskoperindag yakni Dr. Fransiska Diah Ayu, S.Psi. MM yang ikut serta mensukseskan terkait Ekspor Perdana Produk UMKM Bawean.

Kepala Bea Cukai Gresik Budi K, mempresentasikan melalui Video bahwa Pemkab Gresik bersinergi dengan Bea Cukai saling bahu membahu untuk melakukan pemetaan dan asistensi pemberdayaan UMKM yang ada di Gresik, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi serta memberikan semangat terhadap pelaku UMKM berani ekspor.

Kegiatan ini berani ekspor di Pulau Bawean berkat kerjasama antara Pemkab Gresik dengan Bea Cukai dengan tujuan negaranya sebagai berikut: Gresik menuju Belanda, Gresik menuju Malaysia, Kanada dan Turki. Dalam Pemetaan ini ada beberapa produk UMKM yang layak untuk ekspor, tegas Bier Budi K.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Choirul Anam, MM. mengatakan cuma di Pulau Bawean yang ada ikan kerapu di wilayah Gresik dari hasil tangkapan para nelayan, dan dari budidaya tambak udang Vanamei yang awalnya 1 hektar selama 1 periode yang dilakukan dengan konvensional cuma bisa menghasilkan maksimal 1 sampai 2 ton, sedangkan yang dimotori di pulau Bawean budidaya tambak udang Vanamei yang dilakukan dengan cara super intensif bisa menghasilkan dalam 1 periode dalam 1 hektar bisa menghasilkan 60 sampai 100 ton.

Ditambahkan, melihat dari hasil yang begitu melimpah Pemkab Gresik akan membantu dari sisi lingkungan, kelayakan dan administrasi supaya bisa legal dan bisa dijadikan contoh untuk daerah yang lain dan di Pulau Bawean akan dijadikan sentralnya dari Dinas Perikanan Gresik karena Bupati Gresik itu sendiri terpilih oleh Asosiasi Kepala Daerah Kabupaten Se – Indonesia menjadi Ketua Asosiasi Se – Indonesia tentang UKM, tegas Choirul Anam Kepala Dinas Perikanan Gresik.

Selanjutnya Dr. Fransiska Diah Ayu, S.Psi.MM., menyampaikan laporan dari Diskoperindag terkait ekspor Perdana Produk UMKM Bawean Gula Merah Irada, Gula Merah Bubuk yang akan di ekspor ke Negara Malaysia dan Ikan Kerapu mendapatkan Bayer yang akan diekspor Hongkong.
Selain produk yang akan diekspor masih ada produk unggulan potensi ekspor seperti Teripang.

Dari 30 desa di 2 kecamatan Pulau Bawean masih ada produk – produk UMKM unggulan dari hasil olahan seperti kerupuk ikan, gula merah dan anyaman tikar yang perlu adanya pendampingan dan bimbingan terutama proses ijin dari Mendagri.

Bea Cukai Gresik, Diskoperindag Gresik, PKPM Surabaya 2 beserta Gading Emas akan terus berupaya untuk semakin banyak Produk Potensial UMKM Bawean semakin dilirik oleh para leader di luar negeri.

Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik menyampaikan dengan adanya Produk Unggulan Potensial UMKM bisa terus berkelanjutan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bawean, karena ini merupakan aset yang sangat penting dan perlu terus dikembangkan serta bisa mendorong untuk pemulihan perekonomian di Pulau Bawean.

Bupati Gresik didampingi oleh Kepala BPN Gresik, Kadis Perikanan Gresik, Kadin, Bea Cukai Gresik Anggota Dewan, dan Kedua Camat Bawean diakhir acara Pelepasan Ekspor Perdana Produk UMKM Bawean ditandai dengan pemecahan Kendi, Senin ( 18/10/2021 )

Sufairi ~ Rjned

Exit mobile version