Site icon Radar Jatim

Universitas  Ciputra Surabaya Berikan Pendampingan Pengrajin Gunakan Batik Cap Canting di Mojowarno Jombang

Oplus_131072

Foto: Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Omah Batik Mojo

 

Jombang| RadarJatim.co. ~Universitas Ciputra Surabaya memberikan pendampingan kepada masyarakat pengrajin batik di Desa Mojowangi Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang melalui konsep Community-Based Womanpreneur yang diprakarsai oleh dosen 3 jurusan sekaligus

Ibu Melania Rahadiyanti, S.T., M.T., dari prodi Arsitektur, Ibu Dr. Soeslistyowati, S.Pd., M.Pd., dari prodi Fashion Design and Business dan Ibu Christina Sudyasjayanti, S.Pd., M.M. dari prodi International Business Management.

Foto :Kegiatan Pelatihan Batik Cap

Kegiatan ini merupakan program tahunan didapatkan dari Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tujuan hibah ini untuk memberdayakan masyarakat untuk kemandirian dan sustainability.

Konsep Community-Based Womanpreneur memberdayakan komunitas perempuan di Desa Mojowangi untuk lebih mandiri dalam berwirausaha dengan mengedepankan aspek keberlanjutan terutama dalam produksi batiknya agar tidak banyak meninggalkan semakin banyak limbah bagi lingkungan.

Foto : Kegiatan Pelatihan Menjahit

Pelatihan ini juga mempraktikkan cara praktis dengan menggunakan cap canting batik, pengetahuan branding dan pemasaran dalam berbisnis. Outputnya berupa sustainability environment melalui optimalisasi bahan batik, peningkatan kualitas produk dan inovasi bisnis.

Selain pelatihan, diperkuat pula dengan permodalan fisik berupa cetakan cap canting batik mesin jahit, mesin obras, mesin lobang kancing, bahan pembuatan batik dan alat produksi batik.

Sebagai mitra yang diketuai ibu Yuli Estri Wilujeng mengutamakan sasaran dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Omah Batik Mojo mengatakan bahwa kelompok tersebut terbentuk untuk memberikan kesibukan yang bermanfaat kepada ibu-ibu di kampung tersebut. Kelompok yang beranggotakan 10 ibu-ibu yang memiliki latar belakang pengrajin batik dan juga penjahit.

 

Produk yang dihasilkan berupa batik cap, batik shibori, batik ecoprint, untuk selanjutnya produksi bahan batik cap ini akan menghasilkan produk busana yang akan siap dipasarkan berupa celana bermotif batik cap.

Ibu Yayuk mengungkapkan, “Dengan menggunakan batik cap canting, lebih memudahkan dalam produksi dan lebih efisien waktu.”

 

Exit mobile version