MADIUN | Radarjatim.co – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) bergerak cepat mengambil langkah tegas demi menertibkan dugaan penyalahgunaan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dugaan penyimpangan tersebut disinyalir dilakukan oleh oknum mitra penyalur di wilayah Matraman hingga Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.
Sebagai langkah strategis dan membentengi komoditas pangan negara, Perum BULOG resmi membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgas Khusus) Penertiban Program Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Satgas ini diterjunkan untuk memperketat pemantauan di sepanjang jalur distribusi, mengevaluasi kepatuhan mitra, serta mengendus dan mencegah potensi penyelewengan sedini mungkin.
Sementara itu di tingkat daerah, Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, memastikan realisasi program SPHP di wilayah kerjanya tetap berjalan aman, lancar, dan masif. Berdasarkan data tercatat, sepanjang Maret hingga Oktober 2026, BULOG Madiun telah menggelontorkan sedikitnya 11.951 ton beras SPHP kepada masyarakat melalui berbagai saluran resmi.
”Penguatan pengawasan ini adalah komitmen kami untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan beras SPHP tepat sasaran. Kami juga terus mengevaluasi jaringan mitra, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK), agar selalu mematuhi harga jual dan ketentuan yang berlaku,” tegas Agung Sarianto kepada Radarjatim.co.
Guna memberikan efek jera bagi para pelaku penyelewengan, pihak BULOG menegaskan dukungannya terhadap proses penegakan hukum oleh aparat berwenang. Perum BULOG siap bersikap kooperatif dan terbuka dalam menyuplai informasi, demi memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindak secara objektif dan tuntas demi menjaga stabilitas harga beras nasional.
(Pewarta: Edi Wibowo)
