Site icon Radar Jatim

PROF. ZULFIKAR AMIR: JOKOWI PENG4NUT MACHIAVELLI, MENGHALALKAN SEGALA CARA… IKN JADI MONUMEN PERINGATAN DOS4 JOKOWI. JOKOWI ID4P “EPIST3MONOFOBIA”, TAKUT ORANG PINTAR

RADARJATIM.CO ~ Sosiolog dari Nanyang Technological University (NTU), Prof. Zulfikar Amir, melontarkan krit1k taj4m terhadap kepemimpinan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan r3zim saat ini di bawah Prabowo Subianto. Ia menilai gaya kepemimpinan Jokowi mencerminkan wat4k politik Machi4vellian yang menghalalkan segala cara demi keku4saan, sementara proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) disebutnya sebagai “monumen peringatan Dos4.”

Dalam diskusi yang disiarkan kanal yutub *Obor Rakyat*, Prof. Zulfikar membed4h kerus4kan tata kelola negara selama 10 tahun terakhir yang dinilai bersumber dari hilangnya dua prinsip utama: meritokrasi dan teknokrasi.

Hilangnya Meritokrasi dan Gejal4 “Epist3monofobia”

Menurut Prof. Zulfikar, periode kedua kepemimpinan Jokowi ditandai dengan penyingk1ran orang-orang kompeten dan berpengetahuan. Ia menyebut fenomena ini sebagai *epist3monofobia*—fobi4 atau ket4kutan terhadap orang-orang pintar dan berpengetahuan.

“Jokowi merasa jauh lebih nyaman mempekerjakan orang-orang yang loyal kepadanya karena mereka akan mengerjakan apapun yang dia mau. Dia tidak suka dikrit1k dan tidak suka dibilang tidak paham,” ujar Prof. Zulfikar.

Sikap 4nti-krit1k ini, lanjutnya, merupakan ciri khas politikus Machi4vellian yang berorientasi pada keku4saan semata dengan prinsip *the end justifies the means* (tujuan menghalalkan segala cara). Rasa t4kut kehilangan keku4saan tersebut juga bermanifestasi pada berbagai c4we-c4we politik yang terjadi hingga kini.

IKN: Proyek Tanpa Kalkulasi dan “B*m Waktu”

Salah satu warisan paling probl3matik dari r3zim Jokowi yang disoroti adalah megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Prof. Zulfikar menilai IKN dibangun tanpa perencanaan rasional yang matang, tanpa landasan visi-misi yang jelas sejak awal, dan mengabaikan kalkulasi finansial jangka panjang.

“IKN sudah menghabiskan ratusan triliun rupiah dan sekarang mangkr4k. Kota ini belum siap, butuh biaya perawatan triliunan rupiah per tahun, bahkan ada bagian bangunan yang harus diperbaiki karena salah bangun,” tegasnya.

Ia memprediksi IKN akan menjadi “b*m waktu” serta monumen abadi yang mengingatkan publik pada kebijakan ug4l-ug4lan era Jokowi. Beb4n fiskal proyek ini pun kini menjadi dilema bagi pemerintahan Prabowo Subianto yang harus men4nggung ris1konya di tengah keterb4tasan anggaran negara.

Krit1k untuk R3zim Prabowo: Merus4k Batas Sipil-Milit3r

Tidak hanya mengul1ti warisan Jokowi, Prof. Zulfikar juga menyoroti gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai Prabowo melanjutkan metode pengelolaan negara yang burvk, bahkan semakin memperp4rah pelem4han meritokrasi dan teknokrasi.

Hal ini dibuktikan lewat pembentukan kabinet gemuk yang diisi lebih dari 100 menteri dan wakil menteri akibat kompromi politik tanpa standar kompetensi yang jelas. Ia bahkan mengkrit1k ker4s masuknya unsur milit3r ke dalam birokrasi sipil, yang menurutnya bertent4ngan dengan prinsip dasar tata kelola modern dari Max Weber.

“Prabowo itu seorang Machi4vellian yang juga mengid4p meg4lom4nia—menganggap dirinya besar sehingga merasa mampu melakukan apa saja, namun k4kinya tidak berpijak pada realitas,” pungkasnya.

 

#ProfZulfikarAmir #IKN #IbuKotaNusantara #JokoWidodo #PrabowoSubianto #pengikut @sorotan

Exit mobile version