Site icon Radar Jatim

Permasalahan Pertanian Organik di Indonesia

Penulis: Diah Mita Kusuma Wardani, Mahasiswi Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang

 

Mojokerto [www.radarJatim. co~Negara Indonesia  dikenal sebagai negara agraris karena mata pencaharian utama masyarakat Indonesia adalah bercocok tanam. Dan terdapat beraneka ragam pula tanaman pertanian di Indonesia. Pertanian Organik adalah sistem produksi pertanian yang menghindari atau sangat membatasi penggunaan pupuk kimia (pabrik), pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan.

Dengan pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia untuk jangka panjang diperlukan adanya suatu alternatif yang baik di dalam pengembangan pertanian organik. Maka dalam penerapan pertanian organik dianggap sebagai salah satu dari pendekatan pengembangan, karena dalam pengembangan pertanian organik tidak terlepas dari program pembangunan pertanian secara keseluruhan.

Dalam menerapkan pembangunan peranan masyarakat lokal sangat penting, karena itu kearifan lokal yang telah dimiliki oleh nenek moyang kita dalam melakukan kegiatan usahatani perlu dipelajari dan diterapkan kembali. Akan tetapi dalam menerapkan pertanian organik sering mengalami kendala, jika kita mengarahkan petani menerapkan pertanian organik, tetapi tidak mampu memberikan jaminan dan bukti nyata terhadap peningkatan harga dan pendapatan petani, pasti mereka sulit untuk menerapkan usahatani organik.

Petani masih ragu dalam menerapkannya karena pangsa pasarnya relatif kecil dan hanya terbatas pada kalangan ekonomi menengah ke atas di daerah perkotaan. Sebagian besar masih banyak petani yang menggunakan pupuk kimia atau pestisida, karena petani ingin serba instan, padahal dalam berorganik butuh proses yang tak mudah. Hal tersebut dapat mengakibakan kesehatan tanah tidak terjaga, kesehatan manusia dan ekosistem lingkungan tidak terjaga.

Di Indonesia, perhatian terhadap produk organik juga masih kurang, namun sebagian masyarakat telah memahami akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang aman dan sehat. Karena itu produk organik memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan di masa depan, baik untuk pasar domestik maupun luar negeri. Di Indonesia, pertanian organik masih kesulitan dalam memasarkan produk untuk mendapatkan harga yang layak karena pada umumnya harga produk pertanian organik umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan non organik.

Solusi yang harus digunakan dalam penerapan pertanian organik adalah perlu upaya khusus dalam mengubah cara berfikir petani dari pendekatan pertanian untuk meningkatkan produksi menjadi pembangunan pertanian dengan pendekatan agribisnis (usaha dan keuntungan) dan memperhatikan kelestarian sumberdaya alam dan menjaga keaneka-ragaman flora dan fauna, sehingga siklus-siklus ekologis dapat berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan demikian pendapatan petani akan meningkat, lingkungan sehat dan aman, kondisi lahan tetap subur, mampu memberikan hasil yang tinggi. Karena itu dengan tingkat harga yang menarik tersebut, petani akan tergerak dan termotivasi untuk mengembangkan pertanian organik. Sehingga, pertanian organik di masa akan datang dapat lebih berkembang menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri.

Dari segi pemasaran dan ekonomi juga perlu adanya pemahaman ke petani karena akan sangat berperan dalam menembus pasar internasional produk organik Indonesia. Pertanian organik juga harus memperhatikan keadilan baik antarmanusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan. Untuk mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa depan.

Metode yang digunakan dalam pertanian organik ini adalah petani mampu mengebangkan usahatani pertanian organik yang ditekuninnya dengan menambah wawasan atau pengetahuan mengenai pertanian organik seperti dari media cetak maupun organik, agar petani memiliki kesungguhan dalam menerapkan pertanian organik.  Pertanian organik memanfaatkan proses alami di dalam lingkungan untuk mendukung produktivitas pertanian, seperti memanfaatkan predator untuk menaggulangi hama, rotasi tanaman untuk mengembalikan kondisi tanah dan mencegah penumpukan hama, penggunaan mulsa untuk mengendalikan hama dan penyakit, dan pemanfaatan bahan alami, termasuk mineral bahan tambang yang tidak diproses atau diproses secara minimal, sebagai pupuk, pestisida, dan pengkondisian tanah.

Tanaman yang lebih unggul dan tangguh dikembangkan melalui pemuliaan tanaman dan tidak dimodifikasi menggunakan rekayasa genetika. Kemudian, pengendalian hama dan penyakit tanaman secara alami seperti pemangkasan atau pencabutan tanaman yang terkena penyakit dan dimusnahkan dengan cara dibakar hal terberat dalam sistem pertanian.

Pertanian organik di Indonesia sekarang semakin berkembang pesat, karena mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Banyaknya petani memakai sistem pertanian organik dan telah banyak produk-produk pertanian di pasaran hasil dari pertanian organik, hanya saja harga jualnya lumayan mahal dibandingkan produk dengan mengguanakan sistem pertanian kimia karena memiliki mutu yang bagus dan baik untuk kesehatan apabila dikonsumsi. Sekarang ini bahan makanan dari pertanian organik sedang populer di masyarakat.

Di pasar tradisional maupun pasar modern, bahan pertanian organik tersebut seperti sayuran, buah-buahan, padi, hasil kebun dan lainnya yang organik kini banyak dijual. Prinsip utama dalam pertanian organik adalah pengendalian, bukan pembasmian dan pencegahan, bukan pengobatan. Pertanian organik tidak memiliki dampak negatif tetapi dampak positif yang ditimbulkan cukup banyak seperti ekosistem/lingkungan terjaga, kesuburan dan kesehatan tanah terjaga, dan kualitas hasil produksi terjaga sehingga aman dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan kimia.

Pertanian organik harus dilakukan dengan memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan manusia, tanaman, hewan dan tanah. Kini masyarakat mulai sadar betapa pentingnya kesehatan dan banyak yang mengkonsumsi bahan pangan organik dan petani pun banyak menggunakan teknik pertanian organik, karena dalam penggunaan pupuk, tentunya juga menggunakan pupuk organik yang bisa didapat dari kotoran hewan ternak maupun sisa residu tanaman budidaya sebelumnya. Penggunaan pupuk organik adalah salah satu cara untuk melestarikan mikroorganisme yang ada di dalam tanah agar dapat tetap hidup dan berasal dari bahan dasar yang aman dan tidak merusak lingkungan karena bahan dasar pembuatan pupuk tersebut berasal dari alam.

Pertanian organik juga memerlukan lebih banyak tenaga kerja dari pembibitan, penanaman, penyemaian dan panen yang harus dilakukan secara manual. Hal ini sangat baik terutama bagi negara-negara berkembang yang mempunyai tenaga kerja berlimpah. Dengan demikian, pertanian organik mempunyai kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Pertanian organik juga dapat menjadi sarana pengembangan pedesaan yang mandiri dalam hal pangan karena teknik produksinya yang mudah diakses tanpa memerlukan modal biaya yang besar.

Dari segi pemasaran dan ekonomi juga perlu adanya pemahaman ke petani karena akan sangat berperan dalam menembus pasar internasional produk organik Indonesia.
Pertanian organik yaitu pertanian yang tidak menggunakan pupuk sintesis dan pestisida. Tetapi, pada dasarnya petani di Indonesia masih saja banyak yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida yang dapat menggangu kesehatan tubuh manusia dan pencemaran pada lingkungan hidup. Karena petani selama ini terlena oleh cara pertanian yang relatif serba cepat, mudah, kebutuhan relatif lebih sedikit sehingga menjadi tantangan untuk dapat merobah kembali menjadi petani yang tekun, sabar dan mau bekerja keras.

Prinsip dasar pertanian organik yaitu pemanfaatan bahan-bahan alam tanpa bahan kimia sintesis dalam proses produksi. Pertanian organik juga menggunakan system pertanian yang menghasilkan produk pangan yang sehat, aman konsumsi, dan mampu menopang pembangunan pertanian berjalan secara berkelanjutan. Cara pertanian organik prospektif dikembangkan di Indonesia, walaupun akan menghadapi beberapa masalah dan tantangan dari aspek teknis ekonomis, sosial dan kebijakan.

Exit mobile version