Surabaya || RADARJATIM.CO— Jualan di platform marketplace raksasa memang bisa mendongkrak penjualan dengancepat.Namun,lama-kelamaanpotonganbiayaadmindanpajaklayananyangterusnaik makin bikin pusing para pelaku UMKM karena menggerus untung bersih usaha.
Melihat keresahan tersebut, tim mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) langsung turun tangan. Mereka merancang proyek teknologi terapan berupa situs web e-commerce mandiri berbasis Direct-to-Consumer (D2C).
Sisteminformasiinidibuatkhususuntukmenyokongdigitalisasisalahsatupelakuusahalokal, yaitu UMKM Unggul Herbal Atsiri. Timinovasi digital ini digawangi olehMohammad Qo’is Fathur Rohman (Fathur) selaku analis sistem, bersama dua rekannya, Dwiky dan Triyandika.
TimmahasiswaSistemInformasiUNUSAsaatmenyerahkanproyekteknologiterapane-commercemandiri secara langsung kepada pemilik UMKM di Sambikerep, Surabaya.
Jutaan Rupiah Melayang TiapBulan
Pusat operasional UMKM Unggul Herbal Atsiri ini beradadi Perumahan Taman Bougenville Jl. Jelidro Tama Blok E-10, Sambikerep, Surabaya. Produk utamanya adalah penyulingan minyak atsiri murni dan berbagai varian jamu herbal kesehatan.
Fathurmenjelaskan,darihasilobrolanawaldenganpemilikusaha,merekamenemukanadanya kebocoran omzet yang cukup besar akibat mitra 100 persen bergantung pada platform marketplace.
“Mitrakamiinisebenarnyapunyapenjualanyangbagus,sekitar300transaksisebulandengan omzet kotor mencapai Rp 30 juta,” kata Fathur, Rabu (17/6).
“Tapi sayangnya, sekitar Rp 3 juta sampai Rp 3,6 juta melayang tiap bulan cuma buat bayar biaya admin aplikasi pihak ketiga. Kan sayang banget, mending uangnya buat muter modal usaha atau upgrade kemasan,” lanjutnya.
Lewat website D2C mandiri yang dibangun menggunakan framework CodeIgniter 4 dan Bootstrap 5 ini, semua potongan tersebut otomatis hilang alias menjadi 0 persen. Keuntungan penjualan produk kini bisa masuk utuh 100 persen ke kas internal UMKM.
Dipersenjatai Fitur Anti-Retur Palsu
Selain menghemat biaya admin, proyek teknologi terapan ini juga dipersenjatai dengan dua fitur utama untuk mempermudah operasional harian toko, yaitu:
Otomatisasi Laporan Keuangan: Staf toko bisa langsung mencetak rekap data penjualan bulanan menjadi file PDFsiap cetak hanya dengan sekali klik di dashboard admin.
Fitur AntiRetur Palsu (Reverse Logistics):
Konsumenyangmaukomplainatauretur barang wajib mengunggah video unboxing dan foto produk yang valid. Admin toko punya hak penuh untuk menerima (approve) atau menolak (reject) klaim tersebut, sehingga tidak bisa diakali oleh pembeli nakal.
Sebelum diserahkan ke mitra, sistem ini sudah digempur dengan 50 skenario uji coba pakai metode Black Box Testing untuk memastikan aplikasi benar-benar bebas dari bug.
HasilteskepuasanmenggunakanmetodeSystemUsabilityScale(SUS)jugamendapatkanskor 82,5 (Excellent), yang artinya situs web ini sangat mudah dioperasikan oleh orang awam sekalipun.
Pemilik Usaha Merasa Terbantu
Situs web resmi ini sekarang sudah aktif secara daring (online). Tim mahasiswa juga sudah menyerahkan Buku Panduan (User Manual) serta melatih staf toko cara mengelola pesanan dan stok barang di database.
Pemilik UMKM Unggul Herbal Atsiri, Bapak Teguh, mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya sumbangsih proyek teknologi terapan dari mahasiswa SI UNUSA ini.
“Jujur kami sangat terbantu. Dulu kami cuma bisa pasrah tiap ada aturan biaya admin marketplacenaik.Sekarangdenganwebsitesendiri,untungnyajadiutuh.Kamijugabisapunya data pelanggan sendiri buat promo ke depannya,” ungkap Bapak Teguh.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi yang digarap serius dari bangku kuliah bisa menjadi solusi riil untuk membantu UMKM lokal naik kelas dan mandiri secara digital.
Penulis: MOH. QO’IS FATHUR ROHMAN
