MADIUN || Radarjatim.co~ Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun terus berkomitmen mendekatkan akses pelayanan medis bagi masyarakat.Melalui program Bahana Bersahaja yang digelar di Desa Sidomulyo hari ini, Dinkes menerjunkan tim medis untuk memberikan layanan jemput bola terpadu, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, cek laboratorium, pemberian obat gratis, hingga fasilitas rontgen dada langsung di lokasi.(14/10)
Langkah agresif ini difokuskan sebagai upaya skrining dini penyakit, dengan prioritas utama mendeteksi dan memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Madiun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto S.,ST., menyatakan bahwa kehadiran layanan lengkap hingga ke tingkat desa ini bertujuan agar masyarakat yang terindikasi sakit bisa langsung ditangani tanpa menunda.
“Target utama kami adalah melakukan skrining kesehatan menyeluruh secara dini. Jika dalam pemeriksaan hari ini ditemukan warga yang mengidap penyakit, akan langsung kami tindak lanjuti dengan tata laksana pengobatan sesuai SOP yang berlaku. Khusus untuk TBC, skrining awal ini sangat krusial agar kami bisa segera mengobati pasien hingga sembuh, demi tercapainya target eliminasi TBC di Kabupaten Madiun,” ujar Dodik saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).
Kehadiran posko kesehatan gratis ini mendapat sambutan luar biasa dari warga Sidomulyo dan sekitarnya. Fasilitas pemeriksaan laboratorium dan truk rontgen keliling dipadati oleh masyarakat yang ingin memeriksakan kondisi fisiknya.Dodik mengungkapkan, jumlah warga yang datang jauh di luar ekspektasi tim medis lapangan.
“Hari ini masyarakat sangat antusias sekali, baik di meja pemeriksaan gratis maupun di area rontgen dada. Terbukti, banyak warga yang sebenarnya tidak memegang undangan rontgen atau cek kesehatan tetap datang berbondong-bondong untuk memeriksakan diri. Hasilnya, cakupan hari ini melebihi target yang telah kami tentukan sebelumnya,” tambahnya.
Berdasarkan data pemeriksaan sementara di lapangan, keluhan kesehatan yang paling dominan disampaikan oleh warga meliputi gejala-gejala infeksi saluran pernapasan dan penurunan kondisi fisik, seperti batuk, demam (panas), sesak napas, penurunan nafsu makan, serta penurunan berat badan secara drastis. Gejala-gejala tersebut menjadi perhatian serius tim medis untuk dievaluasi lebih lanjut melalui hasil rontgen dada guna mendeteksi potensi TBC maupun infeksi paru lainnya.
Meski antusiasme warga tinggi, Dinkes Madiun mengakui bahwa membangun kesadaran akan pentingnya pencegahan masih menjadi tantangan terbesar bagi para tenaga kesehatan di lapangan.
“Tantangan utama kami adalah mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini secara rutin, bukan baru berobat ketika kondisi tubuh sudah terlanjur sakit parah. Menyakinkan masyarakat bahwa cek kesehatan gratis ini adalah langkah preventif (pencegahan) awal merupakan tugas yang terus kami maksimalkan,” jelas Dodik.
Sebagai bentuk pelayanan paripurna, Dinkes Kabupaten Madiun telah menyiapkan alur rujukan terintegrasi bagi warga yang terdeteksi mengidap penyakit kronis atau membutuhkan penanganan spesialis. Warga yang memerlukan perawatan lanjutan akan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut secara gratis, serta dipantau secara berkala oleh puskesmas setempat untuk memastikan mereka mendapatkan pengobatan yang tepat hingga sembuh.
(Edi)
