Gresik | radarjatim.co~Pulau bawean menjadi salah satu titik singgah kapal arka kinari dalam misi berlayar antar benua tahun ini. Kapal milik Kapal milik pasangan suami istri (Pasutri) Grey Filastine berdarah Belanda Spanyol dan Nova Ruth asli dari Malang, berlabuh di Pantai Labuhan kecamatan Tambak (kamis 17/8/2022) yang lalu.
Kapal Pesiar non komersial dengan nomor registrasi 24023 Z 2015 di Belanda ini memiliki panjang 18 meter , dilengkapi dengan panel surya. Kapal ini memiliki dua tiang layar yang berdiri tegak .
Kapal Arka kinari adalah sebuah platform kebudayan terapung untuk menciptakan kesadaran lingkungan yang digagas oleh Grey Filastine (Belanda -Spanyol) dan Nova Ruth (Indonesia-Malang) untuk mempromosikan kebertahanan terhadap perubahan iklim serta terlibat kembali dengan laut yang telah lama terabaikan. Arka Kinari juga melakukan pertunjukan multimedia yang dipentaskan dari geladak kapal layar dengan pertunjukan musik dan visual sinematik dengan pesan kesadaran akan krisis iklim dan pemanasan global.
Selama di pulau bawean rombongan Nova Ruth ini melakukan beberapa kegiatan bersama konservasi bawean dalam rangka kampanye lingkungan serta berkolaborasi dengan pondok pesantren penaber bawean dalam pementasan atraksi seni budaya.
“Pada tahun ini kami membuat pertunjukan, menyampaikan pesan kritikan atas kerusakan alam dan lingkungan. Ungkap Nova Ruth.
Ruth, juga menyampaikan bahwa dirinya bersama suami dan crew, sudah sekitar 10 tahun terakhir ini membuat pertunjukkan musik di Kapal mengelilingi benua dan kepulauan. Mulai dari Benua Eropa, Belanda hingga Indonesia salah satunya di Bawean saat ini.
Kyai Mustafa pengasuh ponpes penaber
Mengapresiasi atas kedatangan dan kolaborasi pentas seni bersama crew kapal arka kirani, beliau mengungkapkan
“Ini sebagai media pembelajaran bagi para santri akan pentingnya nilai-nilai perjuangan mendasar tentang kesadaran menjaga lingkungan dan keterbukaan terhadap dunia luar supaya bisa mengikuti arus perkembangan jaman.
Sementara pihak arka kirani cukup senang kolaborasi dengan para santri popes penaber. Mereka mengapresiasi ada ponpes yang sangat terbuka dan bisa menerima kegiatan ini.
(muk)
