Site icon Radar Jatim

Inspiratif ! Mahasiswa KDLK Kelompok 07 UNHASY Edukasi Ibu PKK Membuat Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan Dan Peduli Kesehatan Keluarga

JOMBANG || RADARJATIM.CO – Mahasiswa Kuliah di Luar Kampus (KDLK) Kelompok 07 Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang menggelar kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan alami dari daun pandan dan jeruk nipis di Balai Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada hari minggu,10 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alami yang ramah lingkungan sekaligus membantu warga dalam menciptakan produk rumah tangga yang ekonomis dan aman digunakan sehari-hari.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga). Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Banyak peserta yang tertarik untuk mempelajari cara membuat sabun cuci piring alami karena dinilai lebih hemat biaya dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kesehatan maupun lingkungan.

Dalam sambutannya, Ketua PKK Desa Sumberjo, ibu Yuli, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KDLK Kelompok 07 UNHASY Tebuireng yang telah menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat desa. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat membantu warga dalam meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha rumahan.

“Beliau juga menyampaikan ucapan berterima kasih kepada ibu-ibu sumberjo yang telah meluangkan untuk mengikuti acara pada siang hari ini, dan yang ke dua saya sangat berterimakasih kepada mahasiswa KDLK yang telah memberikan pelatihan ini.

Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena warga tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga bisa mempraktikkannya langsung di rumah untuk kebutuhan sehari-hari maupun peluang usaha kecil,” ujar Ibu Yuli.

Program pelatihan ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL), Ibu Sri Widoyoningrum, S.T., M.Pd., C.BNSP, C.M.Ed yang turut mendukung penuh kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar desa.

Sesi pemateri menjelaskan dan mempraktikkan proses pembuatan sabun cuci piring berbahanalami.

Salah satu mahasiswa, Meiva ,juga menyampaikan bahwa penggunaan produk berbahan alami menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan kebersihan lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa sabun bahan kimia kerapkali meninggalkan bau wangi meskipun sudah dibilas berkali-kali, terutama pada piring berbahan plastik. Jika diabaikan dalam jangka waktu lama, pemakaian sabun berbahan kimia akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Berbeda hal dengan adanya sabun cuci piring bahan alami yang telah disosialisasikan oleh mahasiswa KDLK Kelompok 07 UNHASY ini.

“Karena sabun cuci piring yang akan kita buat nanti berbahan dasar daun pandan dan jeruk nipis, maka dipastikan tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan buk. Dikarenakan bahan yang kita gunakan ini bahan alami yang ramah lingkungan,” jelas Meiva.

Materi pelatihan sekaligus praktik pembuatan sabun cuci piring disampaikan oleh 3 mahasiswa KDLK Kelompok 07 UNHASY diantaranya Endah , Rahma dan Meiva. Dalam penyampaiannya, Endah menjelaskan bahwa sabun cuci piring berbahan alami memiliki banyak keunggulan dibandingkan produk berbahan kimia berlebihan.

Selain lebih aman untuk kulit tangan, bahan alami juga lebih mudah terurai sehingga tidak mencemari lingkungan. Ia memaparkan bahwa daun pandan digunakan sebagai pewangi alami yang memberikan aroma segar pada sabun, sedangkan jeruk nipis berfungsi sebagai pembersih lemak dan penghilang. bau amis pada peralatan makan maupun dapur.

Menurutnya, kedua bahan tersebut sangatmudah ditemukan dan memiliki harga yang terjangkau sehingga cocok dimanfaatkan oleh masyarakat desa.

Ibu-ibu PKK mempraktikkan pembuatan sabun cuci piring bahan alami

Dalam sesi praktik, peserta diajak langsung untuk membuat sabun cuci piring secara bertahap. Proses dimulai dari menghaluskan daun pandan dengan satu liter air dan diambil sarinya, kemudian mencampurkan air perasan jeruk nipis dan garam serta bahan utamanya yakni texapon. Para peserta tampak aktif mengikuti arahan dan mencoba mencampurkan bahan secara mandiri.

“Pembuatan sabun ini sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan di rumah. Selain hemat, hasilnya juga aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan ilmu ini dengan baik,” ujar meiva dan endah saat memberikan penjelasan kepada peserta.

Selain memberikan pelatihan, mahasiswa KDLK Kelompok 07 UNHASY juga membagikan hasil pembuatan sabun, agar langkah-langkah pembuatan sabun cuci piring alami untuk masyarakat dapat mempraktikkan kembali secara mandiri di rumah. Sabun tersebut berisi bahan-bahan alami tadi.

Hal ini juga mendapatkan apresiasi baik dari salah satu peserta pelatihan ini, “kami sangat senang sekali ya, karena ini baru pertama kali juga kita ikut pelatihan seperti ini, dapat wawasan baru juga, oh ternyata dari pandan dan jeruk nipis saja sudah bisa ya jadi sabun cuci piring,” ujar Ibu Septi selaku anggota PKK.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi kreatif dan inovatif berbasis kebutuhan lingkungan sekitar. Melalui pelatihan ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Sumberjo dapat lebih sadar akan pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi bahan alami yang tersedia di sekitar mereka.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan sesi foto bersama antara mahasiswa KDLK Kelompok 07 UNHASY Tebuireng Jombang dengan seluruh peserta pelatihan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Dengan adanya pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbahan alami dari daun pandan dan jeruk nipis ini, diharapkan masyarakat Desa Sumberjo dapat menerapkan pola hidup yang lebih sehat, hemat, dan peduli lingkungan. Selain itu, keterampilan yang diperoleh juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru yang dapat membantu meningkatkan perekonomian warga setempat.

Pewarta :Aiziyah (Mahasiswa Prodi KPI-UNHASY)

Editor :Meiva Rahma Aulia ( Mahasiswa Prodi PBSI-UNHASY. 

Exit mobile version