Surabaya, | www.radarjatim.co– Banyaknya kasus sengketa tanah yang terjadi di beberapa wilayah Provinsi Jawa Timur, Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk membahas tentang penanganan sengketa tanah bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak berserta stakeholder lainnya, Selasa (24/8/2021).
Rakor tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri ( Wamen ) Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertahanan Nasional Surya Tjandra, Kakanwil BPN Jatim Jonahar, dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak yang mengikuti secara virtual.
“Pembelajaran penting dari Jawa timur ini, memang konflik adalah hal yang nyata bagi ATR/BPN. Tugas kita saat ini menyiapkan masa depan yang lebih baik, mulai dengan menyelesaikan masalah yang sebelumnya,” ujar Wamen ATR/BPN Surya Tjandra.
Selain itu, Surya Tjandra juga menyampaikan bahwa untuk masa depan yang lebih baik, konflik harus dibedah dengan cara realitas dan merubah mindset serta sensitivitas terhadap masyarakat dan kebutuhannya, seperti kebutuhan usaha dan kebutuhan pemerintah.
“Ada peluang semacam PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) sejak 2017, target besar memang pada tahun 2025, tapi sudah ada daerah-daerah yang selesai dan hampir selesai,” lanjut Surya Tjandra.
Wamen ATR/BPN juga meminta kepada kementrian ATR/BPN agar menyiapkan pasca PTSL yang membutuhkan pemikiran dan pendekatan yang kreatif untuk di masa depan.
(Red)
