Site icon Radar Jatim

Warga Desa Kebuntelukdalam Meninggal Divonis Positif Covid, Setelah Keluar Hasil Swab Nasofaring dari RSUD.Ibnu Sina

Gresik { radarjatim.co~Meninggalnya warga Dusun Telukdalam Rt 03/01 Desa Kebuntelukdalam Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Safiyah (49) berawal dari penyakit yang dideritanya sejak satu tahun yang lalu

Irma Putri dari Almarhumah Ibu Safiyah   menuturkan kronologis kepada awak media radarjatim, bahwa Ibunya sebelum meninggal pernah diperiksa kesehatannya ke tempat Bidan Desa, Puji Wahyuni dan Senin sore tgl 21 Juni 2021 ke Klinik As syifa untuk berobat, dari hasil pemeriksaan Selasa dua hari di Klinik As Syifa Atas Nama Pasien Ibu Safiyah usia 49 tahun dusun Telukdalam, mengatakan Reaktif dan dianjurkan untuk dirujuk ke RSUD Umar Mas’ud untuk pemeriksaan dan perawatan lebih baik lagi, Selasa ( 22/6/2021 ).

Pada hari Selasa sekitar Jam 18.25 Wib malam rabu, Ibu Safiyah dibawa ke RSUD Umar Mas’ud untuk pemeriksaan perawatan oleh pihak keluarga. Selama Perawatan di Rumah Sakit Umar Mas’ud setelah diambil sampel untuk hasil yang lebih akurat akhirnya pihak Rumah Sakit pada hari kamis mengirimkan sampel tersebut ke RSUD Ibnu Sina melalui Kapal Express Bahari 6F.

Salim suami dari Ibu Safiyah, menambahkan bahwa melihat kondisi kesehatan isterinya sudah membaik dan menanyakan hasilnya kepada dr. Satyadi, Sp, PD selaku dokter yang menangani isterinya, dokter tersebut berbicara langsung terhadap pasien bahwa ibu sudah sehat dan ditanyakan, apa ibu mau pulang di akhir percakapan itu.

Pihak keluarga akhirnya membawa ibu Safiyah untuk pulang walaupun belum ada hasil Lap karena melihat kondisi dan anjuran dari dokter yang menangani di perbolehkan pulang, singkat cerita selama dirumah Ibu Safiyah tidak pernah ada dari Satgas pengawas Desa yang memantau atas perkembangan atas dirinya, dengan perawatan yang sederhana secara keluarga selama dua hari akhirnya Safiyah meninggal dunia pada pagi hari Jam 07.00 Wib , Sabtu ( 26/6/2021 ).

Meninggalnya Safiyah membawa duka dan tertekannya mental terhadap keluarga yang di tinggalkan, karena ibu Safiyah di vonis Covid dan pemakamannya harus secara prosedural Covid, akhirnya Jenazah Safiyah dibawa ke RSUD Umar Mas’ud untuk di proses dan di mandikan dan dimasukan ke dalam peti jenazah dan dibawa kembali ke tempat pemakaman terakhir di dusun Telukdalam.

Di saat awak media radarjatim klarifikasi terkait masalah ini ke pihak Kepala RSUD. Umar Mas’ud, Dr, Toni, S Hartanto selaku  menjelaskan, Safiyah dipulangkan  atas dasar permintaan dari pihak keluarganya, dan hasil Swab Nasofaring dari pihak RSUD Ibnu Sina baru keluar setelah Ibu Safiyah meninggal, sekitar Jam 09.00 Wib hari Sabtu, itupun karena dipaksa oleh pihak Rumah Sakit Umar Mas’ud, Sabtu (26/6/2021).

Sementara Kepala Desa Kebuntelukdalam ,Salaman saat dikonfirmasi melaluitelpon via WhatsApp oleh awak media radarjatim terkait masalah ini, menjelaskan bahwa Safiyah yang  masih ada hubungan keluarga tetapi domisili sudah pindah ke alamat suaminya di dusun Pamona Desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura, hanya masih menempati rumah yang di dusun Telukdalam dan Pemerintah Desa setempat sudah memberikan Masker, Hand Sanitizer, Vitamin, dan terkait dengan pemberian sembako untuk keluarga Almarhumah masih jadi perdebatan di desa, dan tadi dilakukan penyemprotan di rumah Almarhuma dan sekitarnya, tegasnya

Di tempat terpisah, Tokoh masyarakat,Asrofi mengatakan pada  awak media  sangat menyayangkan pada pelayanan pihak RSUD Umar Mas’ud jika benar adanya Hasil Swab Nasofaring dari RSUD Ibnu Sina belum keluar pasien sudah dianjurkan untuk pulang tanpa adanya permintaan dari pihak keluarga, seperti yang menimpa pada almarhuah Safiyah dan Asrofi berharap kejadian yang serupa tidak lagi terjadi di masa pandemi covid-29 sekarang ini di Pulau Bawean.

Sampai sekarang berita ini diturunkan, awak media radarjatim tidak bisa mengklarifikasi mengenai kenapa Safiyah bisa dianjurkan untuk boleh pulang sebelum hasil Laboratorium dari RSUD Ibnu Sina keluar dengan dr. Saytiadi, Sp. Pd, selaku dokter yang menangani Pasien atas nama Ibu Safiyah, Minggu (27/6/2021)

Sufairi ~ RJned

Exit mobile version