Gresik | RADARJATIM.CO–Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur melalui kepala Sekolah SMP Negeri 20 menanggapi isu dan berita yang dimuat di media online, sumber informasinya dari rekaman yang mengatasnamakan oknum orang tua (ortu) siswa katanya diwajibkan membeli atribut sekolah sebesar Rp.500.000 (siswa) dan Rp 550.000 (siswi)t hingga terkesan adanya orang tua siswa terbebani atau keberatan mengenai biaya atribut sekolah tersebut.
Berita sepihak yang diunggah di media online tersebut langsung mendapat respon (tanggapan) dari Kepala Sekolah SMPN 20 Gresik Djoemadi,S.Pd.M.Pd. menyampaikan klarifikasi kepada radarjatim.co, “Sebenarnya kami tidak mewajibkan apalagi menekan atau memaksa para siswa membeli atribut sekolah, Koperasi sifatnya hanya menyediakan saja bagi siswa mau membelinya sesuai kebutuhan dan kemampuannya. itupun pihak sekolah sudah melalui rapat dengan orang tua siswa dan mereka menyepakatinya. Jelasnya kepada radarjatim.co di ruang kerjanya, Kamis (24/8/2023)
Djoemadi menambahkan, walaupun pembelian atribut sekolah sudah disepakati diadakan melalui Koperasi, “saya menekankan bahwasanya hal ini tidak merupakan hal yang wajib, bagi orang tua yang mau dan berkenan, silakan dipesan, ujarnya.
“Kami sangat menyayangkan berita dan informasi miring yang menyebutkan bahwasanya Sekolah meawajibkan membeli atribut sekolah dan menyebutkan orang tua keberatan terkait dengan atribut khas SMP Negeri 20, itu semuanya tidak benar, tegas Djoemadi dan perlu digaris bawahi bahwa atribut sebagai khas indentitas sekolah biar dikenal oleh masyarakat pada umumnya dan jelas berita yang beredar itu sangat merugikan dan mencemarkan nama baik sekolah kami, jelas Jumadi kepada wartawan radarjatim.co di ruang kerjanya. Kamis (24/8/2023)
Sementara itu terkait informasi orang tua siswa yang diwajibkan membeli atribut sekolah itu, Saat dikonfirmasi radarjatim.co. Kadisdik Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, S. PD. M.M mengatakan silahkan orang tua yang diwajibkan membeli atribut sekolah itu datang ke kantor untuk di-clear-kan agar tidak menjadi berita hoax sebab sumbernya tidak jelas kadang ada oknum yang mengaku jadi wali murid saat memberikan informasi dengan wartawan hingga jadi bola liar panas yang menggelinding kemana-mana, jelasnya
Lanjut Hariyanto pihaknya sudah mengklarifikasi adanya’ berita kewajiban membeli atribut sekolah semua informasi itu tidak benar dan mengada-ada. Imbuhnya.
(RJ/red)
