Ketua KPU Magetan Noviano saat memberikan keterangan maskot Pilkada Magetan diganti (Foto : Basuki /RJ)
Radarjatim.co | Magetan–Setelah menuai Kontroversi baju maskot Pilkada 2024 Magetan atau Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Magetan 2024 direvisi,kini maskot bernama Si Bolih itu memakai baju khas Magetan Gondokusuman dengan motif bambu dan menggunakan blangkon. Hal ini mirip dengan baju dari salah satu bapaslon di Magetan dalam pilkada Magetan.
Saat ini baju Si Bolih direvisi menjadi hitam polos, blangkon dibuat menjadi iket,sedangkan untuk celana dan aksen jarik dan ikat pinggang serta sandal kulit masih sama seperti awalnya.
Ketua KPU kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Noviano Suyide menyampaikan setelah melalui pleno akhirnya diputuskan mengubah baju si Bolih dari batik menjadi hitam polos.
” Blangkon juga kami ubah dengan iket,” terang Noviano.Jum,at (20/09/2024)
Dijelaskan Novian bahwa tujuan merevisi kostum Si Bolih karena ada kesamaan atribut dengan satu bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Magetan yang memakai baju sama dengan Si Bolih,secara otomatis dalam hal ini menimbulkan asumsi di masyarakat dan akhirnya kami mengalah dengan merevisi baju Si Bolih demi menunjukkan netralitas kami sebagai penyelenggara pemilu.
Sebelumnya KPU Magetan juga telah merubah tagline pilkada hebat menjadi pilkada Magetan menjadi Pilkada Sayuk rukun.
“Tagline Magetan Hebat juga digunakan salah satu paslon,” terang Noviano.
Walaupun logo Si Bolih sudah terpampang di alat peraga sosialisasi (APS), dirinya mengaku jika tak akan mengganti APS dengan gambar Si Bolih yang baru.Tetapi akan menyemprotkan cat ke gambar Si Bolih sesuai dengan warna dasar APS.
Noviano menjelaskan APS KPU yang terlanjur gambar lama Si Bolih dan KPU juga telah mengirimkan surat edaran pada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk merubah dengan menyemprotkan cat pada gambar Si Bolih sesuai dengan warna dasar APS.
“KPU Magetan memilih mengalah karena selama ini tak ada regulasi bagi KPU untuk meminta bapaslon tertentu agar mengganti kostum identitas. Alasan kami memilih mengubah kostum Si Bolih, semoga tidak ada lagi bapaslon yang meniru kostum baru Si Bolih,” pungkas Noviano.
Pewarta : TheBas
