Site icon Radar Jatim

RSLT Surabaya  Mulai Dioperasikan Terima Pasien Covid-19 Malam ini

Surabaya |www.radarjatim.co`Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis ini sudah bisa digunakan mulai malam ini. Rumah sakit untuk isolasi pasien COVId-19 ini mampu menampung 500 pasien.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan jika malam ini RS Lapangan Tembak di kawasan Kedung Cowek, Kenjeran itu sudah bisa dioperasionalkan. Nakes juga menyiapkan segala kebutuhan dalam penanganan pasien COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, RSLT yang mulai beroperasi hari ini (Kamis,8/7) bakal diisi sekitar 150 pasien COVID-19 rujukan dari puskesmas.

“Sedangkan pasien dengan gejala berat dirawat di RSUD Soewandhie. Begitu juga pasien gejala ringan di RSUD Soewandhie juga dioper ke RSLT,” kata Febria.

Untuk mekanismenya, Febria menyebut, pasien tidak bisa langsung datang ke RSLT menggunakan ambulans, melainkan harus melalui mekanisme rujukan dari puskesmas. Hal ini diterapkan untuk mempermudah petugas melakukan tracing atau pelacakan kontak erat.

Selain itu, Febria menjelaskan, bahwa ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi ketika pasien COVID-19 ingin menjalani perawatan di RSLT yakni, membawa KTP, KK serta hasil tes usap PCR positif baik dari puskesmas ataupun laboratorium lain.

“Tergantung dari mereka periksanya (tes usap PCR) di mana. Tapi tetap yang membawa ke sini (RSLT) dari puskesmas, karena semua agar terdata,” kata Febria.

Nantinya, kata Febria, pasien OTG dan gejala ringan yang berada di Asrama Haji bakal dipindah ke RSLT. Sedangkan di Asrama Haji sendiri bakal difokuskan bagi pasien kategori OTG, gejala batuk dan pilek.

Febria menambahkan, bahwa layanan di RSLT sendiri hampir sama dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di rumah sakit lain. Sebab di RSLT telah dilengkapi dengan ruangan IGD, rawat inap, radiologi, farmasi hingga laboratorium.
Jadi di RSLT ini ada lima ruangan, masing-masing diisi OTG, dan gejala ringan.
Kalau gejala berat, ke RSUD Soewandhie,” katanya. *(abh)*

Exit mobile version