Site icon Radar Jatim

Nelayan Bawean Butuh Atensi dari Bupati Gresik

Greesik { radarjatim.co ~ Rutinitas Masyarakat Nelayan Bawean tidak ubahnya seperti mencangkul di sawah, perlu adanya sorotan dan campur tangan Pemkab Gresik terkait kesejahteraan untuk mempercepat perekonomian di Pulau Bawean.

Moh. Yasin salah seorang Nahkoda Perahu Nelayan membeberkan kepada wartawan media Radarjatim, bahwa selama ini masyarakat nelayan khususnya untuk perahu Porsen tidak pernah tersentuh adanya Bantuan apapun dari Dinas yang terkait.

Para nelayan Porsen yang berada di Desa Sungai Teluk dan Kotakusuma kecamatan Sangkapura sebanyak 22 Perahu Porsen dengan ABK masing – masing sekitar 14 hingga sampai 20 orang sesuai ukuran perahunya.
Mereka berangkat dari Pelabuhan Perikanan Bawean sekitar Jam 16.30 Wib untuk menangkap ikan di perairan Bawean sejauh 5 sampai 7 mil dari batas bibir pantai, hasil tangkapan bisa langsung dijual ke pihak pembeli yang dari luar Bawean jika ketepatan berlabuh di kawasan Perikanan.

Foto: Para pengepul asal Bawean baru bisa membeli ikan hasil tangkapan dengan harga murah, itupun jika ada es balok dan ada kapal yang mau ke Gresik maupun ke Paciran

Moh. Yasin, menambahkan jika lagi musim ikan tanpa adanya pihak pembeli dari luar Pulau Bawean membuat harga ikan turun drastis anjlok, bisa – bisa sampai tidak laku di pasaran akhirnya cuma bisa di bagikan untuk warga yang mau, dan akhirnya membuat banyak nelayan merugi. Hal ini yang membuat Para Nahkoda Perahu Porsen di Pulau Bawean mulai angkat bicara, dari sekian banyak masalah yang harus Pemkab Gresik perlu ketahui dan sikapi dalam masalah yang dari lama dirasakan oleh nelayan sebagai berikut:

1. Masyarakat nelayan perlu adanya bantuan BBM jenis solar bersubsidi.

2. Perlu adanya Tempat Pelelangan Ikan ( TPI )

3. Perlu adanya Pabrik tempat pembuatan es balok

4. Perlu diadakan Koperasi Nelayan, guna simpan pinjam untuk kesejahteraan nelayan.

5. Jaminan atau asuransi atas Diri Nelayan.

Di tempat terpisah, Ketua Kerukunan Nelayan Bawean ( KNB ) Ridwan, S.E, membenarkan adanya hal itu terkait nasib para pejuang pencari nafkah di laut Pulau Bawean., Contoh kecil hari ini KMN. TAMBAH MAKMUR, dengan Nahkoda Mahat (42) mendapatkan jenis ikan layang hasil tangkapan semalam sekitar 3.5 ton dengan harga jual perbasket ukuran 50 kg cuma bisa di bandrol oleh pengepul asal Bawean dengan harga Rp.200 Ribu.
Hal ini disebabkan karena kelangkaan es dan biaya transportasi itu sendiri dari Bawean ke Paciran.

Ridwan, biasa di panggil oleh para nelayan menambahkan, bahwa selama ini Nelayan Bawean bisa Tangguh dan Kuat karena faktor lautnya yang masih belum rusak dan kaya dengan berbagai jenis ikan.

Melihat bertambahnya perahu Porsen di kecamatan Sangkapura merupakan suatu bukti nyata, bahwa masyarakat Bawean itu sendiri kehidupannya mayoritas tergantung dari laut.

Pemkab Gresik dengan Bupati yang terpilih sekarang, harus bisa memberikan solusi dan serius dalam menanggapi masalah nasib Nelayan yang berada di Pulau Bawean khususnya para nelayan perahu Porsen yang sudah modern, ini semua untuk mempercepat perekonomian dan kemajuan di Pulau Bawean, tegasnya Ridwan selaku Ketua KNB, Sabtu ( 28/8/2021 )

Sufairi ~ Rjned

Exit mobile version