Keterangan Foto : Kapal Tanker MT. Ferimas Sejahtera yang 1 Bulan sekali datang mengangkut BBM dari Pelabuhan Surabaya menuju Pulau Bawean.
Gresik, radarjatim.co ~ Sekitar Bulan November 2021, di Pulau Bawean telah terjadi kelangkaan BBM jenis Premium. Kebiasaan warga Pulau Bawean menyebut BBM jenis premium ini dengan nama lainnya bensin (baca, Bawean: bengsin) sebagai bentuk asimilasi dalam penyebutan.
Hasil Investigasi Awak Media Radarjatim.co di lapangan menjumpai bahwa masyarakat telah salah menafsirkan adanya BBM jenis Premium yang akan tidak ada untuk Pulau Bawean. Hal tersebut membuat banyak oknum pengecer maupun Sub Agen diduga sebagai biang kerok terjadinya kelangkaan BBM jenis Premium tersebut. Sehingga harga premium yang awalnya dipatok Rp.9 ribu perlitar menjadi Rp.10 rbu, bahkan sampai mencapai harga Rp.11 ribu perlitar yang terjual di dipasaran. Sedangkan harga pertalite perliter dari harga semula yang dipatok Rp.9 ribu menjadi Rp.10 ribu di pasaran. Ironisnya lagi sulit ditemukan di pasaran.
“Di penghujung bulan November keberadaam BBM Pertalit mulai mengalami kelangkaan. Beberapa kios dan pom mini tutup tabir gombal pertanda stok sudah habis yang dimilikinya. Namun, secara tiba-tiba pada tanggal 3 Desember 2021 kapal tanker MT. Ferimas dikabar datang. Kapal tanker bermuatan BBM belum melakukan bongkar muatan sudah banyak pihak pengecer BBM jenis Pertalite, baik di POM MINI maupun beberapa kios sudah buka atau menjual kembali. Hal ini mengundang kecurigaan sekaligus sebagai indikasi bahwa BBM Pertalit disembunyikan sebelumnya.
Hafid, selaku bagian koordinasi dari SPBU KOMPAK 39 Bawean menuturkan, bahwa Realisasi Loading BBM APMS Supply Point’ Integrated Terminal Tag. Wangi Tanggal 30 November 2021 MT. Ferimas Sejahtera untuk Pulau Bawean sebagai berikut; Untuk APMS 56.611.01 PLK: 168 KL,BS: 64 K. Dan untuk SPBU K 56.611.39 PLK: 200 KL.
Hafid menambahkan bahwa “Pasokan Pertalite untuk SPBU KOMPAK 39 sebanyak 25 Tangki, sedangkan untuk APMS 01 Pertalite sebanyak 21 Tangki dan Biosolar sebanyak 8 Tangki,” Paparnya.
Masih Hafid menyampaikan bahwa pihak SPBU KOMPAK 39 menjual Pertalite dalam hitungan perliter masih dihargai Rp.9 ribu. Penetapan harga ini didasarkan pada satuan harga perdrum berisi 200 liter seharga Rp.1.650.000, untuk Sub Agen yang berada di Pulau Bawean.
“Pihak SPBU Kompak 39 telah menghimbau kepada pihak – pihak Sub Agen untuk menjual Pertalite perliter antara kisaran Rp.9 ribu sampai Rp.9500,”tegasnya, Minggu (5/12/2021). (Sufairi ~ RJned)
