Site icon Radar Jatim

Kadishub Gresik Harus Berani Tertibkan Penyewa Stand yang Liar di Area Terminal Bunder

Gresik | Radarjatim.co – Belasan stand, tepatnya 17 stand dari total 25 stand milik Pemkab Gresik yang ada di dalam area Terminal Bunder Gresik, dalam 10 tahun terakhir tidak memenuhi kewajibannya membayar uang sewa kepada pihak Dishub Kabupaten Gresik selaku pemilik atau pengelola stand stand tersebut.

Saat wartawan Radarjatim.co mendatangi Kadishub Gresik Tursilowanto Hariogi konfirmasi terkait stand-stand yang terlihat tutup atau tidak ada aktivitas sama sekali selama bertahun tahun,

Warga Desa Cerme Kabupaten Gresik,Abah Sueb yang juga dikenal relawan Paslon NIAT saat diwawancarai wartawan Radar Jatim.co Kamis (17/11/2021)

Tursilo sapaan akrab Kadishub Gresik mengarahkan kepada Kepala UPT Terminal Bunder bagian yang mengelolah stand karena kewenangan urusan sarana dan prasarana ada pada pihaknya.

Kemudian menindaklanjuti arahan dari Kadishub Gresik, Tursilowanto Hariogi. Awak media mengkonfirmasi langsung, Rabu (17/11), Kepada Kepala UPT Terminal Bunder, Mujiyanto. Menanyakan terkait uang sewa aset Pemda Gresik yang dikelola oleh Dishub Gresik, yang uang retribusinya tidak masuk ke kas daerah.

Lebih lanjut Mujianto mengatakan, Saya selaku Kepala UPT Terminal Bunder, belum mendapatkan penyerahan aset Pemda ke Dishub, yang saat ini dikelola oleh KUKMI sebanyak tujuh belas stand dan yang dikelola oleh Dishub hanya 8 stand. yang delapan  stand membayar uang sewa ke Dishub,” Ujar Mujiyanto.

Ditambahkan  Mujiyanto, Bahwa ada stand yang tidak membayar uang sewa stand lima hingga sepuluh tahun. Saya tidak berani mengambil alih dengan paksa karena ada unsur politik saat masa Bupati yang lalu. Yang bisa dilakukannya saat ini hanya menarik uang sewa 8 stand yang dikelola oleh Dishub. Dan apabila penyewa stand belum membayar uang sewa, biasanya dirinya akan memberikan surat peringatan kepada para penyewa stand.

Sementara Radarjatim konfirmasi pada  Pengurus KUKMI, Nurhamim mengatakan bahwa KUKMI tidak ada kaitannya dengan stand di situ mas, monggo kalau memang ada yang tidak efektif dievaluasi ,Kata ANHA sapaan akrab Nurhamim yang juga menjabat wakil ketua DPRD Gresik dari Fraksi Golkar.

Teepisah warga Cerme, Abah Sueb mengatakan pada wartawan bahwa memang benar ada  seseorang yang yang menguasai empat stand bahkan lebih seperti si TR menguasai empat stand,tapi yang membayar uang sewa hanya 1 stand  pada Dishub Gresik kisaran Rp 800.000 per-Tahun yang lainnya disewakan ke orang lain yang .AU menyewa dengan tarif Rp. 4 juta bahkan Rp.5 juta.

Abah Sueb yang dikenal dengan relawan Paslon NIAT menambhkan ada juga perorangan yang menguasai lima stand sebut saja dengan insial MN dan TIK menyewakan stand dengan tarif Rp 5 juta per-Tahun,bahkan anehnya ada beberapa orang dari luar Grresik bisa menyewa stand di area terminal Bunder, semestinya memprioritaskan warga desa Cerme dan sekitarnya yang dekat dengan area terminal bhunder, tuturnya, Kamis (18/11/2021).

DPC Joman Gresik melalui Sekretaris Mamat Genio menanggapi perihal amburadul dan liarnya Oknum yang menguasai empat sampai lima stand di area terminal Bunder untuk mengeruk keuntungan pribadi dan kroninya  melalui penguasaan  stand yang disewakan dengan tarif mahal tapi tidak ada retribusinya pada Pemkab Gresik,

Mamat menegaskan,maka sudah saatnya Bupati Gresik melalui Kadishub yang diberi kewenangan untuk mengelola aset berupa stand secara profesional dan proporsional agar dapat memberikan retribusi untuk Untuk meningkatkan PAD Gresik hingga stand-stand itu tidak dibiarkan kosong bertahun-tahun dan tidak diberdayakan (produktif) karena tidak laku disewakan dengan tarif mahal agar sesuai dengan jargon perubahan Gresik baru.

(Red)

Exit mobile version