Site icon Radar Jatim

Insiden Laka Laut KMN. SRI INTAN di Perairan Laut Bawean

Gresik { Radarjatim.co ~ Warga tepian pesisir pantai di wilayah barat Sangkapura, tepatnya di dusun bangsal Desa Dekatagung Kecamatan Sangkapura banyak warga sekitar mata pencariannya sebagai nelayan mengunakan perahu kecil (klotok) dan perahu porsen.

Pada hari Sabtu (27/11) sekitar Jam 16.00 wib KMN. SRI INTAN dengan Nahkoda Kamelan (60) beserta ABK sebanyak 7 orang diantaranya; Suyanto (21), Likin (30), Minto (32), Suri (40), Asmuli (60), Sudi (35), dan Mofad (50) dimana semua ABK warga dari dusun bangsal itu sendiri, berangkat melaut untuk menangkap ikan sekitar 2.5 mil dari bibir tepi pantai sebelah selatan pulau Nusa.

Kamelan, Nahkoda Kapal menjelaskan bahwa malam itu dirinya masih sempat pasang jaring dan mendapatkan hasil tangkapan ikan berupa ikan japu (siru) sebanyak 1 keranjang ukuran 50 kg. Dikarenakan cuaca tambah malam kurang baik akhirnya Nahkoda mengintruksikan kepada anak buah kapal Sri Intan (ABK) untuk pulang sekitar Jam 21.00 wib dengan membawa hasil tangkapan yang sedikit demi keselamatan, ditengah perjalanan menuju ke daratan cuaca seketika menjadi gelap disertai dengan hujan dan angin barat yang kencang membuat jarak pandang yang terhalang sehingga hilang haluan dan tiba – tiba suara keras terdengar dari buritan kapal dan kapal seketika itu mengalami kebocoran yang parah sekitar jam 22.00 wib.

Masih Kamelan, KMN. SRI INTAN akhirnya kandas dan terdampar di karang keras (Kares) ujung gunung Tajung barat dan dihantam ombak yang bertubi – tubi yang pada akhirnya kapal pecah menjadi 2 bagian.
Untung semua ABK selamat walaupun malam itu sempat terombang ambing dihantam oleh ombak ditepian karang, tegas Kamelan.

Hari Minggu Pagi Nahkoda dan ABK dibantu warga di sekitar beramai – ramai membantu mengevakuasi Alat Tangkap (jaring) dan mesin pendorong sama mesin gardan untuk dibawa pulang kerumah Nahkoda dengan dinaikan ke perahu kecil (klotok), namun Kapal sudah tidak bisa dievakuasi karena hancur dihantam ombak, namun diamankan ditepian sebelah gunung Tajung barat dan kerugian ditafsirkan mencapai kurang lebih dari Rp.100 Juta, tegas Nahkoda Kapal.

Bripka Shodiq Susanto, DanPol 1043 Satuan Polisi Airud Polres Gresik wilayah Bawean, menyampaikan dalam insiden Laka Laut KMN. SRI INTAN yang terdampar di Karang Keras untuk dijadikan peringatan bagi semua masyarakat nelayan di perairan Bawean supaya lebih berhati – hati dalam melakukan aktivitas seperti menangkap ikan di saat kondisi sekarang ini yang kurang bagus di penghujung musim penghujan, diharapkan alat keselamatan dan navigasi seperti kompas, life jaket serta lampu senter maupun lampu jalan harus selalu ada, tegasnya, Senin (29/11/2021)

Sufairi ~ RJned

Exit mobile version