Site icon Radar Jatim

Imbas Proyek Pengerjaan SPAM Umbulan Oleh Waskita Karya Yang Menelan Korban MD, GenPATRA Dan Warga Blokade Jalan KH. Syafi’i Manyar

Gresik, Radarjatim.co – Aksi blokade jalan KH. Syafi’i Manyar Gresik yang dilakukan oleh GenPATRA bersama dengan warga Desa Pongangan malam ini, Rabu (5/4/2023) sekira pukul 20.30 WIB mengakibatkan pengendara R2 maupun R4 yang akan melintas jalan raya tersebut, putar balik.

Aksi penutupan jalan KH. Syafi’i sengaja dilakukan oleh GenPATRA bersama warga Desa Pongangan lantaran dipicu adanya kecelakaan yang menimpa Moh Farokhul Fuad (32) pegawai Mie Sedap, yang mengakibatkan korban meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Korban mengalami kecelakaan karena adanya penyempitan jalan dan jalan tidak rata, korban memilih jalur ketengah dan dari arah berlawanan ada pengendera di jalur yang sama sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan. Pengendara dari arah Pongangan meninggal ditempat dan yang dari arah Sukomulyo mengalami patah tulang.

Penyempitan jalan disebabkan karena adanya proyek  pengerjaan pipa SPAM Umbulan yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya di lokasi tersebut.

GenPATRA bersama warga Desa Pongangan meminta PT. Waskita Karya agar menyelesaikan proyek pengerjaan yang sudah berhenti dua minggu, agar tidak terjadi lagi kejadian serupa. Apabila hal tersebut tidak dipenuhi, maka jalan akan tetap di Blokade oleh warga.

Di inisiasi oleh Kepala Desa Pongangan Aan Khunaifi, Pihak PT. Waskita Karya diundang untuk hadir di Kantor Desa Pongangan untuk memberikan tanggapan dan kesanggupannya terkait permintaan warga. Tetapi hal itu ditolak oleh GenPATRA dan warga.

GenPATRA bersama warga meminta pihak dari PT. Waskita Karya untuk menyampaikan kesanggupan mereka dihadapan warga masyarakat yang berkumpul di titik blokade jalan.

Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno yang turut hadir dalam proses mediasi bersama Camat Manyar Zainul Arifin menyampaikan kepada Radarjatim.co Bahwa pihak dari PT. Waskita Karya menyatakan kesanggupan mereka untuk mendatangkan alat berat beserta material dan kalau memungkinkan, proyek pengerjaan akan dilakukan malam ini juga.

“Akibat dari kejadian pengendara yang kecelakaan dan meninggal dunia, warga meminta kepada pihak pelaksana (PT. Waskita Karya) agar segera menyelesaikan pekerjaannya. Mereka meminta malam ini alat berat dan bahan-bahan didatangkan, meskipun baru besok dikerjakan. Tetapi pihak Waskita menyatakan kesanggupannya. Dan kalau memungkinkan, malam ini juga dikerjakan agar jalan bisa dibuka,” tutur Windu.

(Md/Red)

Exit mobile version