Site icon Radar Jatim

Fenomena Lato-lato, Pria Paruh Baya Asal Roomo Juara 1 Lomba Etek-etek di Gresik

Gresik, Radarjatim.co – Fenomena permainan lato-lato atau kadang disebut etek-etek sedang melanda anak-anak hingga orang dewasa di Indonesia. Termasuk juga di Kabupaten Gresik.

Memanfaatkan fenomena itu, salah satu Kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Badokan Gresik menggelar acara lomba etek-etek (Lato-lato) di halaman Mall Ramayana, Jalan Gubernur Suryo, Gresik, Minggu (8/1/2023).

Hal itu dilakukan, selain untuk meningkatkan pengunjung dan penjualan makanan ringan, juga untuk mengurangi anak-anak bermain gadget telepon seluler (Ponsel).

Ketua pengurus Badokan Gresik M. Abdullah Ubaid mengatakan, lomba lato-lato ini diadakan oleh teman-teman yang berjualan makanan ringan di teras Mall Ramayana Gresik. Sebab, lato-lato sudah banyak dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa.

 

Harapannya, dengan adanya lomba lato-lato ini bisa meningkatkan jumlah pengunjung dan penjualan makanan ringan yang dikelolanya di halaman Mall Ramayana Gresik.

Peserta yang ikut lomba lato-lato ini datang dari berbagai daerah di Kabupaten Gresik, hingga ada yang berasal dari Surabaya.

“Kami bersyukur, dari lomba ini pesertanya sangat membeludak hampir 300 orang. Baik dari usia anak-anak, Ibu-ibu dan Bapak-bapak,” kata Ketua Badokan Gresik yang biasa disapa Mamat Simatupang.

“Uniknya, Ada diantara peserta kategori 17 tahun ke atas, salah satu pesertanya berusia 52 tahun, Ini sangat luar biasa antusias masyarakat,” imbuhnya.

Dari adanya lomba lato-lato, hasil penjualan makanan ringan dari kelompok Badokan Gresik menjadi lebih meningkat. Baik dari jumlah pengunjung dan dari hasil penjualan. Sebab, setiap peserta lomba lato-lato yang mendaftar mendapat voucher makanan senilai Rp 5.000.

“Kami bersyukur, adanya lomba lato-lato ini jumlah pengunjung dan penjualan makanan ringan meningkat. Dibandingkan hari-hari biasa, hari ini lebih ramai pengunjung dan hasil penjualannya,” tutur Mamad.

Saiful bahri (52) pria asal Roomo yang menjadi peserta tertua, yang memenangkan lomba dalam kategori usia diatas 17 tahun. Saiful mengungkapkan partisipasinya dalam lomba ini hanya untuk sekedar hiburan nostalgia masa lalu.

 

Saiful mengaku senang mengikuti lomba ini, sebab permainan etek-etek ini mengingatkan dirinya semasa masih menginjak sekolah dasar (SD)

“Dulu kan waktu saya masih SD ada permainan ini, pernah mainan ini, jadi sekarang tinggal melemaskan tangan lagi,” tutur Pria 52 tahun ini menerangkan.

(Md/Red

Exit mobile version