MADIUN||Radarjatim.co ~ Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima dan responsif. Melalui inovasi layanan “jemput bola”, Dukcapil hadir langsung di tengah masyarakat Desa Bodag, Kecamatan Kare, untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara gratis dalam rangkaian kegiatan “Bahana Bersahaja”.
Rangkaian pelayanan ini telah dimulai sejak Selasa (12/05/2026) kemarin di Kantor Desa Bodag. Antusiasme warga berlanjut hingga hari ini, Rabu (13/05/2026), yang berpusat di lokasi ikonik wisata edukasi Rumah Coklat, Bodag.
Layanan terintegrasi ini mencakup seluruh jenis dokumen kependudukan. Mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga surat pindah domisili,serta masih banyak lagi yang berkaitan dengan Adminduk.
Berdasarkan data pelayanan di lapangan, pengurusan dokumen KK dan KTP menjadi yang paling mendominasi sejauh ini.
EFISIENSI&AKSELERASI PELAYANAN
Kepala Bidang Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil Kabupaten Madiun, Pak Sayoga(Sayogyo.S.Sos) menegaskan bahwa kecepatan dan kemudahan menjadi prioritas utama dalam agenda kali ini.
“Apabila warga membawa persyaratan yang lengkap, proses penerbitan dokumen kependudukan ini sangat cepat. Dalam waktu 15 menit, dokumen langsung jadi di tempat,” ujar Pak Sayoga.
Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan di Desa Bodag ini memiliki keunggulan dibanding kegiatan Bahana sebelumnya. Sesuai dengan arahan strategis pimpinan, kegiatan kali ini dikemas secara lebih lengkap, progresif, dan adaptif terhadap kebutuhan langsung masyarakat desa.
KOMITMEN AKHIR PEKAN MELALUI “LELADI MASYARAKAT”
Kehadiran Dukcapil di tengah warga tidak hanya terbatas pada momentum seremonial atau agenda “Bahana Bersahaja” saja. Pak Sayoga memaparkan bahwa pihaknya memiliki program berkelanjutan yang dilaksanakan setiap akhir pekan, yaitu program Leladi Masyarakat.
Program Leladi Masyarakat ini rutin digelar setiap hari Sabtu dan Minggu secara bergiliran dari desa ke desa di wilayah Kabupaten Madiun.Esensi program ini tetap sama, yakni mendekatkan akses dan mempermudah kepengurusan seluruh dokumen kependudukan tanpa memungut biaya sepeser pun.
Imbauan untuk Memanfaatkan Layanan
Menutup keterangannya, Pak Sayoga menyampaikan pesan dan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Madiun.
Pihaknya berharap warga dapat memanfaatkan seluruh program pro-rakyat ini dengan sekreatif dan semaksimal mungkin.
Tujuan utama dari seluruh inovasi jemput bola ini adalah memotong jalur birokrasi, sehingga masyarakat desa tidak perlu lagi meluangkan waktu dan biaya transportasi yang besar hanya untuk datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten.
(Edi/Kabiro)
